
Photo
JawaPos.com – Kepastian berlanjutnya Liga 1 2020 masih gelap. Jika berjalan, kompetisi mungkin baru tuntas pada awal 2021. Sebab, sementara ini Liga 1 2020 dipastikan tertunda hingga tiga bulan atau sampai 29 Mei nanti.
Nah, revisi kontrak diperlukan bagi penggawa skuad Persebaya Surabaya. Sebab, mayoritas kontrak pemain maupun staf pelatih kedaluwarsa Desember nanti. Manajemen Green Force –julukan Persebaya– juga mempertimbangkan melakukan revisi kontrak. Hanya, mereka menunggu kepastian dulu dari PSSI.
Photo
Persebaya Surabaya
Tapi, revisi kontrak itu bisa saja tidak perlu dilakukan. Meski, Liga 1 2020 akhirnya benar-benar ditiadakan. Situasi tersebut bisa terwujud dengan satu syarat. Yakni, ada turnamen sebagai pengganti Liga 1 2020 yang dihapus. Turnamen itu pun harus dimulai dan berakhir sebelum 2021.
’’Kalau ada turnamen (pengganti), ya kontrak yang sudah ada bisa terus berjalan,’’ kata pelatih Persebaya Aji Santoso saat dihubungi Jawa Pos. Menurut Aji, kontrak tidak perlu direvisi lantaran masih ada kompetisi tahun ini. ’’Kemungkinan meneruskan kontrak. Tapi, saya kan belum tahu kelanjutannya seperti apa nanti,’’ tambah kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996–1997 tersebut.
Namun, pelatih asal Kabupaten Malang itu sangat mendukung kalau memang ada turnamen pengganti. Jika dilangsungkan, hal itu jelas membuat pemain cukup gembira. ’’Sebab, kalau tahun ini tidak ada kompetisi, kualitas pemain bisa menurun,’’ jelas mantan pelatih PSIM Jogjakarta tersebut.
Gelandang Rendi Irwan berharap sepak bola Indonesia bisa menggeliat lagi. Kemudian, kompetisi bisa dimulai kembali. Entah itu Liga 1 2020 maupun turnamen pengganti. ’’Kita sama-sama berdoa semoga semua ini (pandemi Covid-19) segera berakhir dan kita bisa main sepak bola lagi,’’ kata pemain yang pernah berkostum Persija Jakarta tersebut.
Rendi benar-benar sudah gatal ingin bermain. Apalagi, saat ini pemain Green Force hanya bisa melakukan individual training di rumah. Suami Vera Hisma Putri itu mengaku sudah sangat rindu kembali merumput. ’’Terus terang saya kangen teman-teman. Kangen pertandingan. Khususnya suasana di GBT,’’ ungkap jebolan tim internal Mitra Surabaya tersebut.
Selain itu, pemain 32 tahun tersebut rindu momen latihan bersama penggawa yang lain. Kali terakhir skuad Green Force berlatih pada 21 Maret lalu. Setelah itu, skuad diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kondisi tersebut membuat Rendi cukup sedih.
’’Nggak enak rasanya. Biasanya ketemu setiap hari di latihan, bercanda bareng, senang susah bareng, sekarang justru serba terbatas. Seperti ada yang kurang,’’ pungkas bapak tiga anak tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
