alexametrics
Piala Presiden 2019

Kolaborasi Legenda Arema FC dan Persebaya Menang 1-0 Lawan 50 Anak

12 April 2019, 19:43:38 WIB

JawaPos.com – Tiga legenda Arema FC dan 3 legenda Persebaya Surabaya berkolaborasi jelang laga final leg kedua Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (12/4) malam WIB. Mereka melawan sebanyak 50 anak yang berasal dari Akademi Arema FC.

Meski berada di bawah guyuran hujan cukup lebat, gelaran Closing Ceremony Final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, tetap berlangsung meriah. Sebelum Kick off, deretan pengisi acara satu per satu tampil menghibur suporter yang sejak sore memenuhi stadion.

Sebagai pembuka, suporter diajak bernyanyi bersama lagu berjudul Sayang yang dipopulerkan oleh Via Valen. Alunan lirik lagu itu pun menggema di dalam stadion. Hujan yang mengguyur tak menghalangi semangat Aremania (sebutan suporter Arema FC). Mereka semakin kencang untuk menyanyikan lagu.

Selanjutnya giliran Band Kotak yang gantian menghibur suporter. Dengan membawakan lagu berjudul Terbang (Khayal), Tantri dan kawan-kawan sukses membuat suasana semakin meriah. Mereka pun bernyanyi diatas tribune bersama suporter yang ada di tribune VIP.

Tak lama setelah itu, hujan mereda. Kotak kemudian pindah ke pinggir lapangan untuk kembali melanjutkan penampilan. Dengan membawa lagu berjudul Beraksi, Kotak mengajak seluruh penonton untuk berjingkrak-jingkrak.

Tak hanya hiburan lagu, penonton juga disuguhi sebuah laga pertandingan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Tim Singo Edan dan Bajul Ijo bergabung dalam satu tim untuk bertanding melawan 50 anak sekaligus yang merupakan murid dari Akademi Arema FC.

Ke-50 anak tersebut bertanding melawan Hendro Kartiko, Doni Suherman, dan Miftahul Huda dari tim Arema FC. Serta Anang Ma’ruf, Mursyid Efendi, dan Uston Nawawi dari tim Persebaya. Usai wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai, ke-50 anak itu langsung memberikan serangan kepada tim legenda.

Meski masih kecil, performa mereka cukup membuat para pemain legenda kewalahan. Bahkan, gawang legenda AremaFC-Persebaya sempat beberapa kali hampir kebobolan. Namun, berhasil dihalau Hendro Kartiko yang saat itu menjadi kiper. Tak menyerah, anak-anak tersebut terus memberikan serangan kepada para legenda. Sayang, pertahanan mereka bobol di menit ke-7. Uston Nawawi berhasil mencetak gol yang dijaga oleh 5 kiper sekaligus.

Pelatih Akademi Arema FC, Miftahul Huda pun memberikan apresiasi atas permainan anak asuhnya tersebut. Dia mengatakan bila anak-anak tersebut bisa menjadi generasi penerus sepak bola Indonesia. “Bisa sebagai penerus bangsa, semoga bisa lebih maju lagi,” ujarnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Fisca Tanjung

Close Ads