alexametrics
Piala Gubernur Jatim 2020

Terapkan 4-4-2, Konate Gagal Penalti, Persebaya Kalah oleh Bhayangkara

12 Februari 2020, 17:39:20 WIB

JawaPos.com – Perubahan drastis dilakukan pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso ketika menghadapi Bhayangkara FC. Tactician asal Malang itu menerapkan 4-4-2 dengan menjadikan David da Silva dan Patrich Wanggai sebagai duet lini serang.

Pada babak pertama, Persebaya bermain cukup baik, meski tidak banyak menghasilkan peluang. Namun, pada babak kedua, ketika terjadi beberapa pergantian, permainan Persebaya menjadi tidak efektif dan justru kebobolan oleh gol Dendy Sulistyawan pada menit ke-70.

Memainkan M. Hidayat, Arryn Williams, Alwi Slamat, dan Makan Konate di tengah memang sempat membuat Persebaya menguasai permainan. Hanya, pergerakan dari sayap yang selama ini jadi andalan Persebaya kurang berjalan maksimal.

Hidayat yang sering beroperasi di sisi kanan tidak mampu memberikan penetrasi yang cukup untuk menyuplai bola ke pertahanan lawan. Koko Ari sebagai bek kanan seringkali maju, tapi tidak memiliki partner yang tepat untuk menusuk.

Di sisi lain, Bhayangkara FC memang lebih banyak tertekan sepanjang pertandingan. Tapi, serangan mereka lebih efektif. Mereka bertahan dengan garis pertahanan rendah dan tiba-tiba melepas bola panjang untuk menekan ke depan. Baik saat Herman Dzumafo masih di lapangan maupun saat digantikan Dendy.

Karena bermain dengan pertahanan rendah, membuat kemampuan Ruben Sanadi dalam membantu serangan melalui sayap kurang terlihat. Justru mantan kapten Persebaya itu lebih sering beroperasi di area pertahanan sendiri. Dan, berada dalam tekanan Koko Ari.

Sedangkan, Andik Vermansah yang bermain di sayap kanan serang Bhayangkara juga kurang mendapatkan suplai bola dan penopang. Akibatnya, serangan dari sayap Bhayangkara juga tidak efektif. Apalagi, ada Rachmat Irianto yang disiplin dalan bertahan sebagai bek kiri.

Namun, situasi berbeda pada babak kedua. Bhayangkara tidak lagi memainkan garis pertahanhan rendah. Apalagi setelah Saddil Ramdani dimasukkan menggantikan Andik. Saddil memiliki kemampuan merebut bola dan bertahan lebih baik ketimbang Andik.

Kehadiran Saddil ini membuat daya serang Bhayangkara lebih deras. Persebaya juga melakukan beberapa pergantian. Hambali Tolib masuk menggantikan Patrich. Bahkan, karena pelanggaran Nur Hidayat kepada Hambali pada menit ke-67 di area terlarang, membuat Persebaya mendapat penalti.

Sayang, Konate yang ditunjuk sebagai algojo tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Bola hasil eksekusinya melambung tinggi. Setelah ketinggalan, Persebaya memasukkan Irfan Jaya mengganti Hidayat dan Bayu Nugroho menggantikan Alwi Slamat.

Namun, lini tengah Persebaya justru semakin lemah. Arryn Williams kesulitan dalam menjaga stabilitas. Hambali beberapa kali melakukan kesalahan passing. Dan, Irfan tidak tampak pergerakannya dari sayap. Dampaknya, suplai bola kepada Da Silva di depan menjadi mampet.

Dengan kekalahan ini, membuat Persebaya harus bekerja keras pada pertandingan ketiga melawan Madura United (14/2). Dan, Bhayangkara menjadi tim yang paling berpeluang lolos. Sebab, di laga pertama melawan menahan imbang Madura United (10/2) dan hari ini menang atas Persebaya.

Editor : Mohammad Ilham

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads