alexametrics
Piala Gubernur Jatim 2020

Banyak Pemain Baru, Nil Maizar Punya PR Benahi Komunikasi Persela

12 Februari 2020, 09:00:58 WIB

JawaPos.com – Alih-alih meneruskan tradisi juara Piala Gubernur Jawa Timur (PGJ) 2020, Persela Lamongan justru disadarkan bahwa masih banyak kekurangan yang harus mereka benahi sebelum terjun ke Liga 1 musim 2020. Yang paling krusial adalah komunikasi dan pemahaman karakter bermain satu sama lain. Itu terlihat jelas saat Persela melakoni laga perdana grup B melawan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kemarin sore (11/2).

Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– ditekuk 1-4. Ironisnya, semua gol yang bersarang ke gawang Persela bermula dari kesalahan komunikasi. Gol pertama dan keempat Persija yang dicetak Marco Simic pada menit ke-19 dan 90 misalnya. Striker asal Kroasia itu selalu berdiri bebas tanpa pengawalan sebelum menceploskan bola ke gawang Persela. Duet M. Zaenuri dengan Jasmin Mecinovic di jantung pertahanan Persela seperti saling menunggu siapa yang harus menjaga Simic.

Persela Lamongan

Hal serupa terjadi sebelum lahirnya gol penalti Simic pada menit ke-60. Sebelum wasit Oki Dwi Putra menghukum Persela dengan tendangan penalti lantaran Novan Setya Sasongko handsball di area terlarang, tidak ada pemain Persela yang mengawal Simic dan Riko Simanjuntak. Novan yang berdiri di antara dua penyerang Persija itu terpaksa melakukan blok dengan menjatuhkan badan kala Riko menembak.

Celakanya, upaya tersebut justru membuat bola mengenai tangan Novan. Satu gol Macan Kemayoran –julukan Persija– lainnya yang dibubuhkan Novri Setiawan (29’) juga tercipta dari proses yang tak jauh berbeda dari gol pertama dan keempat Simic.

”Harus kami akui, di lapangan pemain kami memang belum matching. Semua ini karena kami memang dalam proses adaptasi satu sama lainnya. Sebab, ada beberapa pemain yang memang baru bergabung dalam tim,” jelas pelatih Persela Nil Maizar seusai laga.

Dalam laga kemarin, komposisi utama Persela memang didominasi muka-muka baru. Hanya ada empat pemain lama yang bermain sejak menit pertama. Keempatnya adalah Eky Taufik, Zaenuri, Riyatno Abiyoso, dan Rafeal ”Rafinha” Gomes de Oliveira. Rafinha pula yang mencetak satu-satunya gol Persela (36’). Kondisi itu berbanding terbalik dengan Persija. Tim asal ibu kota tersebut cuma memainkan dua pemain anyar di skuad utamanya. Otavio Dutra dan Marco Motta menjadi dua pemain baru itu.

Problem komunikasi tersebut tidak hanya terjadi di lini belakang, tapi juga di barisan tengah dan depan. Berkali-kali Ady Setiawan dan Heru Setiawan yang mengisi lini tengah Persela seperti canggung siapa yang harus membantu ke depan saat menyerang. Kondisi di depan pun setali tiga uang. Rafinha terlihat dua kali berebut bola dengan Gabriel do Carmo.

”Pertandingan tadi (kemarin, Red) memberi kami begitu banyak pelajaran. Terutama dalam hal komunikasi. Semoga kami bisa segera beradaptasi dan menemukan chemistry,” tambah kapten Persela Eky Taufik

Di sisi lain, Persija juga mendapat banyak pelajaran dari laga kontra Persela. Terutama dalam membangun kekompakan antara pemain lama dan baru. Sebab, selain Dutra dan Motta yang bermain sejak menit awal, Persija sempat memainkan beberapa pemain baru di babak kedua. Salah satunya Evan Dimas.

”Kemenangan tadi menjadi hal penting bagi kami. Kemenangan ini mengangkat mental tanding kami sebelum tampil di kompetisi Liga 1,” sebut kapten Persija Andritany Ardhiyasa.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads