alexametrics
Pramusim Liga 1 2020

Patrich Wanggai Fantastis, Arif dan Bayu Masih Adaptasi di Persebaya

12 Januari 2020, 07:00:32 WIB

JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso tak sabar melihat performa pemain barunya. Tiga rekrutan anyar langsung dipercaya sebagai starter. Patrich Wanggai, Arif Satria, dan Bayu Nugroho tampil sejak menit pertama dalam laga kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam.

Tiga pemain itu memang tak tampil penuh. Patrich digantikan M. Kemaludin. Osvaldo menggantikan posisi Bayu. Lalu, Rizky Ridho masuk menggantikan Arif. Meski tak tampil penuh, permainan ketiganya membuat Aji puas. Pujian khusus diberikan Aji kepada Patrich. Maklum, dalam laga bertajuk Forever Game itu, pemain 31 tahun tersebut mampu mencetak satu gol.

Persebaya Surabaya

’’Patrich tampil luar biasa. Bukan hanya cetak gol, tapi tahan bolanya bagus. Dia juga bagus sebagai striker pantul,’’ kata mantan pelatih Persela Lamongan itu. Untuk Bayu dan Arif, Aji memaklumi bahwa performa mereka belum maksimal. ’’Wajar ya, karena mereka baru gabung dengan tim. Nggak mungkin saya sulap mereka tiba-tiba bagus dalam waktu singkat,’’ tambah Aji.

Kesempatan juga diberikan kepada pemain anyar lainnya. Ricky Kambuaya dipercaya turun untuk menggantikan Rachmat Irianto. Aji menilai penampilan Ricky cukup bagus. Mengingat, dia baru melakoni satu kali sesi latihan bersama skuad Green Force –julukan Persebaya. ’’Kambuaya baru datang, tapi sentuhan-sentuhannya di lapangan menunjukkan bahwa dia punya kualitas,’’ kata Aji.

Meski menang besar, Green Force terbilang lambat panas. Mereka hanya unggul 1-0 pada babak pertama. Itu pun melalui eksekusi penalti Hansamu Yama pada menit ke-29. Di babak kedua, performa Persebaya kian ganas. Tiga gol tambahan diciptakan. Masing-masing melalui Patrich (72’), Alwi Slamat (75’), dan Osvaldo Haay (82’).

Meski gol diciptakan pemain senior, pemain muda dianggap punya kontribusi. Beberapa pemain muda memang diturunkan. Ernando Ari, M. Supriadi, Koko Ari Araya, dan Zulfikar Ahmad tampil sebagai starter. Sementara itu, Andhika, Rizky Ridho, dan M. Kemaludin tampil sebagai pemain pengganti. ’’Untuk pemain muda, mereka harus menjaga disiplin untuk terus konsisten,’’ terang Aji.

Dalam laga itu, hanya ada satu pemain yang tidak turun. Dia adalah kiper Persebaya U-20 Ababil. Karena itu, ada kans pemain muda menjadi tumpuan musim ini. ’’Saya selalu melakukan rotasi. Saya katakan ke pemain (muda) bahwa mereka harus selalu siap. Apakah saya masukkan di line-up atau tidak, mereka harus selalu siap,’’ tambah dia.

Kekalahan oleh Persebaya tak membuat Persis sedih. Pelatih Persis Salahudin malah bersyukur atas hasil buruk yang diterima timnya. Sebab, dari situ, dia melihat banyak hal yang harus diperbaiki sebelum Liga 2 2020 bergulir. Salah satunya finishing yang buruk. ’’Kami punya banyak peluang, tapi tidak ada gol. Bukan karena pemain grogi akibat tekanan suporter. Tapi, memang ini kekurangan yang harus dibenahi,’’ jelasnya.

Bagi Salahudin, Persebaya dianggap sebagai tim yang kuat. Bahkan, dia menilai Green Force adalah salah satu tim yang layak diperhitungkan dalam perburuan gelar juara. ’’Bagaimanapun, mereka (Persebaya) juga punya dukungan (Bonek). Belum lagi ada satu pemain asing yang belum datang. Saya rasa Persebaya punya peluang juara (Liga 1, Red),’’ katanya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads