alexametrics
Liga 1 2019

Panpel Beri Kuota, Warga Menolak, Polisi Tak Izinkan Bonek

11 Juli 2019, 12:00:58 WIB

JawaPos.com – Bonek tidak bisa memberikan dukungan kepada Persebaya Surabaya dalam lawatannya ke Stadion Maguwoharjo, Sleman (13/7) melawan tuan rumah PSS Sleman. Penyebabnya, panpel memutuskan tidak memberikan kuota kepada suporter tamu.

Ketua Panpel PSS Sleman Tri Mulyanta membenarkan kabar tersebut. Tri mengatakan keputusan itu diambil atas instruksi dari Kepolisian Daerah (Polda) DIJ demi menjaga kondusifitas. Sehingga Bonek tidak diizinkan melawat ke Sleman.

Tri mengatakan, sebetulnya panpel sudah memberi jatah kepada Bonek. Bahkan pihak panitia sudah mempersiapkan mulai dari keamanan dan rencana penempatan suporter tamu. Namun hal tersebut urung dilakukan lantaran mendapat penolakan warga sekitar Maguwoharjo. “Kami mendapat surat dari warga yang keberatan dengan kehadiran teman-teman Bonek di Sleman,” bebernya. Lalu pihak panpel berkoordinasi dengan pihak kepolisian DIJ.

Persebaya Surabaya

Selain itu, pihak Kepolisian juga mempertimbangkan lantaran bertepatan dengan kunjungan Kapolri di Sleman. Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri membeberkan keputusan tersebut diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami mengacu pada kejadian sebelumnya karena sering terjadi bentrok antar suporter,” ujarnya. “Apalagi ada penolakan dari warga,” katanya.

Menanggapi keputusan tersebut, kemarin (10/7) perwakilan manajemen Persebaya datang langsung ke kantor PT Putra Sleman Sembada untuk meminta penjelasan kepada Panpel PSS. Dari pertemuan itu turut hadir perwakilan manajemen PSS dan Persebaya, Bonek dan pihak kepolisian DIJ. “Pertemuan kemarin untuk koordinasi terkait surat edaran dari kepolisian yang ditujukan ke panpel. Jadi keputusan final laga tanpa Bonek,” ujar Tri.

Salah satu perwakilan manajemen Persebaya, Sidik Tualeka mengatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan lancar dan kondusif. Selain dari manajemen, turut hadir juga perwakilan Bonek yang terdiri dari koordinator tribun barat dan timur. “Ya, tadi (kemarin, Red) kami mengadakan pertemuan untuk untuk membahas surat larangan suporter Persebaya datang ke Sleman,” tutur pria yang disapa Alex itu.

PSS Sleman

Lebih lanjut, dia mengatakan pihak Persebaya cukup menyesalkan keputusan tersebut. Terlebih, Alex menyebut saat ini Bonek sudah banyak mengalami perubahan. Salah satunya menjadi suporter yang baik ketika bertandang ke markas lawan.

“Mereka (Bonek) merasa sangat dirugikan. Sudah banyak persiapan yang dilakukan untuk laga away besok,” ujar Alex. Terlepas dari keputusan itu, pihak Persebaya berharap agar Persebaya dan Sleman tetap menjaga silaturahmi. “Semoga dikemudian hari tidak terjadi lagi kerjadian seperti ini,” harapnya.

Selain itu, manajemen Persebaya juga menghimbau agar Bonek tetap menghargai keputusan kepolisian DIJ dan menghargai pertimbangan pihak panpel PSS untuk tidak datang ke Sleman. “Bagi yang sudah terlanjur datang ke Sleman semoga tetap menjaga konduktifitas agar image Bonek tidak hancur oleh satu atau dua oknum tertentu,” ujar Alex.

Senada dengan Alex, salah seorang pentolan Bonek Bojez juga menyayangkan kejadian tersebut. Pria yang menjabat sebagai koordinator Bonek Disasters Respons Team (BDRT) itu mengatakan keputusan tersebut sangat merugikan Bonek yang selama ini berusaha mengubah stigma buruk di persepak bolaan Indonesia. “Bonek juga salah satu contoh perjuangan suporter di tanah air. Kami ingin membuktikan bahwa Bonek tidak seperti yang masyarakat awam pikirkan,” tegasnya. “Padahal saat ini yang kami tahu Sleman dan Surabaya adem ayem saja suporternya,” ujar Bojez.


Pada ulang tahun ke-70, Jawa Pos mempersembahkan logo khusus untuk suporter sepak bola Liga 1. Logo-logo tersebut kreasi dari tim desain dan ilustrasi Jawa Pos dalam menerjemahkan filosofi klub serta para pendukungnya. Logo-logo itu dapat diunduh secara bebas di link berikut ini: https://logofansfc.jawapos.com/

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ana

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads