alexametrics
Piala Gubernur Jatim 2020

Kebobolan dari Bola Mati, Aji Akui Persebaya Belum Latihan Antisipasi

11 Februari 2020, 07:30:10 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya memang tidak turun dengan skuad terbaik dalam laga kontra Persik Kediri di Stadion Gelora Bangkalan kemarin sore. Rotasi besar dilakukan pelatih Persebaya Aji Santoso pada laga pembuka Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020 tersebut.

Di antara pemain inti yang tampil saat melawan Sabah FA Sabtu lalu (8/2), hanya dua yang diturunkan. Yakni, kiper Rivky Mokodompit dan kapten Rachmat ’’Rian’’ Irianto. Selebihnya, skuad diisi pemain yang tidak turun atau hanya memiliki menit bermain minim kontra Sabah FA. Bahkan, empat di antaranya merupakan pemain muda. Yakni, Koko Ari Araya, Rizky Ridho, Hambali Tolib, dan M. Supriadi.

Tampil dengan skuad muda tak membuat Green Force –julukan Persebaya– keteteran. Sebaliknya, penampilan mereka menjanjikan. Buktinya, dua gol pembuka dicetak penggawa muda. Supriadi membuka keunggulan pada menit ke-19. Keunggulan kemudian digandakan melalui tendangan bebas Hambali (42’).

Alwi Slamat membuat Persebaya kian menjauh lewat eksekusi penalti (45+1’). Persik hanya mampu membalas satu kali melalui Ante Bakmaz (51’). Menang 3-1 dengan skuad muda membuat Aji lega. ’’Mereka punya masa depan yang cerah, asal dengan catatan mau terus bekerja keras,’’ kata pelatih 49 tahun itu.

Selain rotasi, Aji punya alasan lain mengapa percaya dengan penggawa muda. ’’Saya ingin pemain muda tidak minder dengan (pemain) senior saat di lapangan,’’ jelasnya. Keputusan itu membuat Supriadi senang. Sebab, dia merasa nyaman berada di lapangan bersama pemain seumuran. ’’Jadi seperti ada teman di lapangan. Main jadi enjoy,’’ terang pemain 17 tahun tersebut.

Sejatinya, Aji sempat menurunkan pemain asing pada paro kedua. Mahmoud Eid, Makan Konate, dan David da Silva diturunkan. Tapi, masuknya tiga pemain itu tak membuat performa Green Force menanjak. Buktinya, tak ada gol tambahan yang tercipta. Soal itu, pelatih Persik Joko Susilo punya alasan. ’’Kami memang bermain buruk pada babak pertama. Pemain kaget menghadapi tim Liga 1. Tapi, kami mampu bangkit pada babak kedua,’’ terang pelatih yang akrab disapa Gethuk itu.

Mantan pelatih Arema FC tersebut memuji penampilan pemain muda Persebaya. Tapi, menurut analisisnya, tiga gol yang tercipta itu dinilai bukan semata karena performa pemain lawan yang bagus. ’’Pemain belakang kami kondisinya tidak maksimal. Toh, dua gol terakhir berasal dari situasi bola mati,’’ terang Joko. Dia menjelaskan, bek Ante Bakmaz dipaksa tampil meski baru tiba dua hari lalu. ’’Terpaksa. Sebab, kalau (Bakmaz) tidak diturunkan, lalu siapa lagi?’’ tambahnya.

Di sisi lain, Aji menyoroti gol ke gawang Persebaya yang lagi-lagi lahir dari bola mati. ’’Jujur, kami juga belum melakukan latihan defending set piece. Karena waktunya memang tidak ada,’’ ungkap mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads