alexametrics

Sebuah Kehilangan Besar, Pelatih Asal Kroasia Gabung Klub Malaysia

11 Januari 2021, 12:40:44 WIB

JawaPos.com − Posisi pelatih PSM Makassar lowong setelah Bojan Hodak resmi meninggalkan tim berjuluk Juku Eja itu. Pelatih asal Kroasia tersebut kini resmi menangani tim Malaysia Kuala Lumpur United FC.

Sejatinya, manajemen PSM ingin mempertahankan Hodak. Buktinya, jelang akhir tahun lalu, saat pelatih 49 tahun itu dihubungkan dengan Kelantan FA, manajemen langsung pasang badan. Mereka menegaskan Hodak masih pelatih kepala juara Piala Indonesia 2019 tersebut.

Namun, upaya untuk mempertahankan Hodak sulit dilakukan awal tahun ini. Sebab, kontraknya bersama PSM sudah habis pada 31 Desember lalu. ’’Jadi, kalau pelatih atau pemain diincar klub lain ya wajar. Karena ini juga sudah akhir musim,’’ kata Media Officer PSM Sulaiman Abdul Karim.

Baca Juga: Wawancarai 2 Saksi Kunci Dugaan Jual Beli Posisi Manajer Timnas U-19

Apalagi, manajemen Juku Eja juga belum menyodorkan tawaran kontrak baru. Termasuk kepada Hodak. Maklum, manajemen memang tidak bisa asal memberikan kontrak baru.

Sebab, sampai saat ini belum ada kejelasan soal kompetisi. Karena itu, sulit mencegah kepergian Hodak yang mendapat tawaran lain.

Terlebih, Hodak dijanjikan mendapat kontrak jangka panjang. Saat ini, kontraknya dengan Kuala Lumpur United FC memang hanya untuk satu musim.

’’Saya memutuskan menerima tawaran Kuala Lumpur dengan kontrak satu tahun, tapi memiliki opsi memperpanjangnya untuk jangka waktu satu tahun ke depan,’’ terang Hodak.

Artinya, jika sukses, kontraknya bersama Kuala Lumpur United FC otomatis diperpanjang.

Kepergian pelatih kelahiran 4 Mei 1971 itu benar-benar jadi kehilangan besar. Apalagi, sebelumnya, Juku Eja ditinggal tiga pemain asingnya. Mereka adalah Hussein Eldor, Giancarlo Rodrigues, dan Serif Hasic. Bahkan, pemain naturalisasi Osas Saha juga memilih meninggalkan PSM.

Praktis, saat ini tinggal Wiljan Pluim pemain asing yang tersisa di skuad PSM. Meski kekuatan skuad terus tereduksi, belum ada gerakan yang dilakukan manajemen PSM. Termasuk mencari siapa pengganti Hodak. Belum jelasnya kompetisi membuat manajemen sulit mengambil keputusan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali


Close Ads