alexametrics
Babak 8 Besar Liga 2 2019

Suporter Sriwijaya FC Bikin Malu, Masuk Lapangan Ganggu Pertandingan

10 November 2019, 07:30:25 WIB

JawaPos.com – Hari pertama babak delapan besar Liga 2 musim 2019 grup X di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi milik tim Sumatera. Dua wakil Bumi Andalas (Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC Palembang) sukses menekuk lawan masing-masing. Kemenangan itu menjaga asa mereka untuk melaju ke semifinal.

Pada pertandingan pertama yang kickoff pukul 15.30 WIB, Persiraja secara mengejutkan menekuk Mitra Kukar dua gol tanpa balas. Dua gol Persiraja dicetak duet penyerang Andri Abubakar pada menit ke-26 dan Husnuzhon (39’). ”Kemenangan ini karena anak-anak disiplin menjalankan instruksi untuk bermain bertahan dan cepat melakukan serangan balik. Selain itu, mereka memang mau menang,” kata pelatih Persirja Hendri Susilo menyebut kunci kemenangan timnya.

Jika Persiraja begitu senang dengan kemenangan kemarin sore, Mitra Kukar sebaliknya. Mereka sangat kecewa. Apalagi, Mitra Kukar mendominasi pertandingan. ”Awal pertandingan semua masih berjalan normal. Tapi, saat gol terjadi, pemain kami membuat kesalahan. Di sisi lain, finishing kami juga tidak baik,” ujar pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin.

Di pertandingan kedua, Sriwijaya FC berhasil memenangi pertarungan kontra Persewar Waropen 1-0. Sebiji gol Laskar Wong Kito –julukan Sriwijaya FC– diceploskan Ahmad Ihwan ketika laga baru berjalan dua menit. Kemenangan Sriwijaya atas Persewar diraih melalui pertandingan yang sangat keras. Laga bahkan sempat terhenti empat kali karena terjadi gesekan antar pemain.

Pada menit ke-70 laga kembali memanas. Pemicunya adalah insiden masuknya suporter Sriwijaya ke lapangan. Mereka memprovokasi pemain-pemain lawan. Pemain-pemain Persewar pun terpancing dan mengejar suporter ke arah tribun utara.

Pelatih Persewar Elie Aiboy bahkan ikut berlari ke arah tribun utara untuk menenangkan para pemainnya. Dia tidak ingin para pemainnya terlalu larut dalam emosi. ”Terus terang saya sangat menyayangkan insiden masuknya suporter Sriwijaya ke lapangan. Saya harap panpel bekerja lebih baik. Saya juga berharap jangan ada lagi kata-kata rasis. Kita ini sama-sama bagian dari Indonesia,” tutur Elie.

Mantan pemain timnas Indonesia itu menyatakan, insiden tersebut sangat memengaruhi timnya. Apalagi, saat itu Persewar sedang menguasai pertandingan dan berusaha mengejar ketertinggalan. ”Emosi adik-adik saya sangat terpengaruh dengan kejadian itu. Ditambah lagi, sebelumnya kontrol emosi adik-adik saya juga kurang baik. Ini tentu menjadi pelajaran bagi kami untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” papar Elie.

Senada dengan Elie, pelatih Sriwijaya FC Kashartadi pun sangat menyesalkan adanya insiden masuknya suporter timnya ke lapangan. ”Tak seharusnya mereka melakukan itu. Ke depan kami imbau kepada suporter Sriwijaya FC untuk fokus mendukung kami. Jangan ada yang bertindak rasis. Pun demikian di seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia,” tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads