alexametrics
Liga 2 2019

Bek PSIM Jogjakarta Syaiful Indra: Kami Belum Menerima Gaji Oktober

10 November 2019, 10:00:19 WIB

JawaPos.com – Pada awal musim, PSIM Jogjakarta tergolong salah satu tim Liga 2 yang paling jor-joran mendatangkan pemain. Ternyata, begitu gagal lolos ke delapan besar, kabar negatif malah menyeruak dari klub berjuluk Laskar Mataram itu. Kabar berupa tunggakan gaji pemain.

Bocornya ketidakberesan itu berawal dari posting-an salah seorang pemain Laskar Mataram Syaiful Indra Cahya di media sosialnya. Dalam posting-an tersebut, Syaiful menyindir manajemen PSIM.

Ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam, Syaiful membenarkan hal tersebut. ’’Ya, kami belum menerima gaji Oktober. Padahal, kontrak kami sebenarnya sampai Desember,’’ ucap pemain asli Malang tersebut.

Sebenarnya Syaiful enggan membuat ramai permasalahan itu. Namun, dia merasa ada ketidakadilan dari manjemen. Sebab, menurut informasi yang didapat, pemain lama PSIM sudah menerima gaji. Hanya pemain yang bergabung di putaran kedua yang belum menerima gaji.

’’Kenapa pemain yang lama sudah kok kami pemain yang baru belum dibayar. Kami kontak manajemen pun tidak ada respons. Tidak ada iktikad baik dari mereka,’’ kata Syaiful.

Kekecewaan Syaiful memuncak ketika anak semata wayangnya, Zavier Indra Ramadhan, jatuh sakit. Zavier yang harus menjalani rawat inap karena demam berdarah terpaksa hanya menjalani rawat jalan. Sebab, Syaiful tak ada biaya.

’’Kami juga punya keluarga yang harus dihidupi. Anak saya kemarin juga sakit. Tapi, karena nggak ada uang, terpaksa hanya rawat jalan. Sebab, tabungan saya telanjur terpakai untuk yang lain,’’ tutur mantan pemain Semen Padang tersebut.

Syaiful juga geram karena mendapat kabar kalau manajemen menyalahkan pemain rekrutan anyar soal gagalnya PSIM lolos ke babak delapan besar. Bahkan, muncul rumor bahwa pemain rekrutan putaran kedua harus ikut bertanggung jawab atas denda Rp 1,5 miliar yang dibayarkan oleh manajemen. Itu akibat dari kerusuhan saat PSIM kalah 2-3 oleh Persis Solo pada 21 Oktober lalu.

’’Kalau memang ini denda, kan seharusnya ditanggung sama-sama. Kenapa cuma kami (rekrutan baru, Red)? Kenapa pemain lama tidak? Soal hasil kan kita tim, nggak bisa menyalahkan beberapa pemain saja. Kami juga sudah berusaha untuk tim,’’ tutur Syaiful.

’’Mereka sempat bilang mau bayar yang Oktober, lalu yang November separo. Ya, kami nggak mau. Kan sesuai kontrak sampai Desember. Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,’’ lanjut Syaiful.

Sementara itu, salah seorang pemain PSIM yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pemain rekrutan lama sudah menerima gaji Oktober. Namun, untuk gaji November, mereka belum menerima. Sebab, biasanya gaji dari manajemen turun pada akhir bulan. Pemain tersebut pun menyayangkan kejadian yang menimpa rekannya yang belum menerima gaji.

’’Sebelumnya nggak pernah telat gaji. Lancar-lancar saja. Kaget juga ada kabar itu. Saya juga nggak tahu ada masalah apa kok pemain baru belum gajian. Semoga persoalan ini bisa segera clear. Sebab, kasian juga mereka,’’ ucap pemain tersebut.

Sementara itu, manajemen PSIM langsung merespons mencuatnya kabar belum dibayarnya sebagian pemain. CEO PSIM Bambang Susanto tak menampik ada gaji beberapa pemain yang belum dibayar. ’’Mereka pemain yang dibawa Coach Aji (Santoso). Cuma itu saja. Selebihnya sudah kami bayar kok,’’ kata Bambang kepada Jawa Pos. Di putaran kedua lalu PSIM di bawah arahan Aji Santoso merekrut sebelas pemain baru. Merekalah yang gajinya belum dibayarkan.

Meski begitu, Bambang membantah dikatakan timnya tengah mengalami krisis finansial. Pembayaran yang telat lebih karena banyak hal yang tengah diurus manajemen. Termasuk sanksi Komdis PSSI terkait kerusuhan dalam laga kontra Persis Solo (23/10). ’’Jadi, kami ada banyak kesibukan. Mulai harus ke pihak berwajib, manajer juga harus menghadiri kongres (PSSI) kan,’’ tambah Bambang.

Bambang menegaskan, pihaknya akan tetap bertanggung jawab. Rencananya, manajemen dan pemain akan mengadakan pertemuan pada Senin (11/11). Setelah itu, pelunasan gaji segera dilakukan. ’’Nggak ada niat kami tidak membayar. Pasti kami bayar. Hanya, kami belum sempat duduk bareng saja,’’ tambah Bambang.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/nia/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads