alexametrics
Liga 1 2019

Satu Bek Naturalisasi dan Satu Striker asal Papua Seleksi di Persebaya

10 September 2019, 17:00:51 WIB

JawaPos.com – Miswar Saputra tercatat sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak di putaran pertama Liga 1 musim ini. Penjaga gawang Persebaya Surabaya itu melakukan 55 kali save dari 16 penampilannya. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi di bawah mistar Persebaya. Tak terkecuali penampilan Miswar.

Apalagi, Persebaya sudah kebobolan 22 gol di putaran pertama. ”Kami coba terus tingkatkan kualitas dan fokusnya,” kata pelatih kiper Persebaya M. Hadi tentang penampilan Miswar.

Persebaya Surabaya

Tak bisa dimungkiri, statistik yang menempatkan Miswar sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak memang menyenangkan. Termasuk bagi Hadi selaku pelatih. Namun, itu bukanlah harga mati tentang apiknya penampilan Miswar. Sebab, sepanjang putaran pertama lalu, penjaga gawang 23 tahun tersebut juga kerap melakukan blunder.

Bahkan, sempat muncul sindiran: yang fana adalah waktu, yang abadi adalah blunder Miswar. Misalnya, saat terciptanya dua gol Persela Lamongan ketika dijamu Persebaya pada 1 Juli 2019. Gol pertama lahir karena Miswar salah menepis bola. Sementara itu, gol kedua tercipta karena dia terlambat mendekati lawan.

Atau kala lahirnya gol kedua PSS Sleman ke gawang Persebaya pada 13 Juli 2019. Waktu itu Miswar gagal menangkap bola. Bola tersebut kemudian jatuh ke pemain PSS Haris Tuharea yang berdiri di belakangnya. ’’Memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Soal tangkapan yang beberapa kali lepas atau timing-nya saat maju,” ujar Hadi.

Soal timing yang berkali-kali tidak tepat, sempat muncul kabar bahwa Miswar kerap kehilangan fokus saat pertandingan. Itu terjadi lantaran kiper asal Aceh tersebut ngantuk. Hadi pun menepis kabar itu. ”Tidak benar. Memang wajahnya yang seperti itu. Tapi, yang jelas, saya terus tingkatkan kualitas dan fokusnya. Begitu pula kiper lainnya,” tutur pelatih kiper asal Gresik tersebut.

Karena itu, sepanjang jeda kompetisi ini, Hadi menggenjot ketiga kiper Persebaya dengan latihan yang cukup berat. Miswar, Abdul Rohim, dan Imam Arief tak sekadar berlatih menangkap bola. Ada variasi dan beban yang ditambahkan pada tubuh mereka. Misalnya, saat latihan di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (9/9). ”Kami juga menyiapkan program latihan khusus untuk musim hujan,” lanjut Hadi.

Pertengahan putaran kedua nanti, kompetisi diprediksi berlangsung pada musim hujan. Hadi mengaku sudah mengantisipasinya. ”Semoga penampilan Miswar dan dua kiper lainnya semakin baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Persebaya kedatangan dua pemain baru dalam latihan kemarin sore. Keduanya adalah striker asal Papua Zakeus Ferry Karet dan pemain naturalisasi Godstime Ouseloka. Ferry merupakan mantan pemain Persisos Sorong dan berposisi striker.

Sementara itu, Olisa –sapaan Godstime Ouseloka– yang pernah bergabung dengan PSBK Blitar, PSMS Medan, dan Aceh United berposisi sebagai bek. ’’Status keduanya masih seleksi. Kami akan lihat dulu kemampuan mereka,” kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih Persebaya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads