alexametrics

Setelah Kartu Merah Novri, Bangunan Strategi Persija Langsung Runtuh

Ulasan: Ainur Rohman, Wartawan Jawa Pos
10 Juli 2019, 21:12:05 WIB

JawaPos.Com-Persija Jakarta sejatinya sudah berada dalam momentum yang sangat baik untuk meraih kemenangan keduanya pada matchday kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi sore (10/7).

Macan Kemayoran unggul lebih dulu. Mereka masih nyaman mengontrol total jalannya pertandingan walau salah seorang pemain pentingnya cedera. Persija juga menciptakan peluang lebih banyak.

Namun, kartu merah tidak penting dari fullback kiri Novri Setiawan pada menit ke-78, menghancurkan segalanya. Persib mendapatkan angin kedua dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit 90+1.

Setelah Kartu Merah Novri, Bangunan Strategi Persija Langsung Runtuh
BUANG PELUANG: Gelandang Persija Bruno Matos (kanan) gagal mencetak gol walau sudah berhadapan dengan kiper Persib Muhammad Natshir. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Sama-sama bermain dengan pola 4-3-3 dan mengandalkan seorang penyerang tengah tinggi besar, Persija dan Persib memulai pertandingan dengan sangat hati-hati. Laga berjalan lambat dan cenderung membosankan. Sebab, baik pelatih Persija Julio Banuelos maupun arsitek Persib Robert Rene Alberts tidak ada yang mau melakukan inisiatif. Mereka lebih memilih bereaksi. Caranya adalah melakukan pressing jauh di bawah. Lalu menanti lawan melakukan kesalahan dengan siasat garis pertahanan sangat rendah.

Pada 20 menit pertama, nyaris tidak ada satupun kejadian menarik.

Pada laga ini, Alberts melakukan pergantian beberapa pemain inti yang signifikan dibandingkan saat mereka dibantai Persebaya 0-4 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (5/7). Paling penting, Alberts memasang Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh di lini tengah. Selain itu, bek tengah Achmad Jufriyanto yang sudah sembuh dari cedera kembali dipasang sebagai starter.

Dengan komposisi ini, Alberts menugaskan Hariono untuk melakukan man to man marking kepada otak permainan Persija Bruno Matos. Pada menit ke-16, Hariono terkena kartu kuning karena menahan bola yang mengarah kepada Matos dengan menggunakan tangan.

Lahirnya kartu kuning ini relatif cepat dan agak merugikan Persib. Sebab, setelah itu, Hariono lebih kalem dalam melakukan penjagaan. Ketika agresivitas tersebut sedikit longgar, Matos sampai tiga kali mendapatkan peluang bagus pada paruh terakhir babak pertama.

Peluang emas Matos yang juga kans terbaik Persija pada laga ini terjadi pada menit ke-23. Sebuah umpan terobosan Yogi Rahadian diterima dengan sempurna oleh pemain asal Brasil itu di muka gawang Persib. Namun sepakannya melayang di atas mistar.

Satu menit kemudian, tendangan first time Matos dari luar kotak penalti bisa dipatahkan oleh kiper Persib, Muhammad ’’Deden’’ Natshir. Lima menit setelah itu, Natshir cepat keluar dari sarangnya untuk menghentikan sepakan Matos yang lolos dari perangkap offside.

Namun, inilah akhir kiprah Natshir pada pertandingan tersebut. Benturan dengan Matos membuatnya cedera dan harus digantikan oleh kiper berusia 37 tahun I Made Wirawan. Natshir mengalami retak pada tulang kering dan membuatnya langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah setengah jam pertandingan, Persija semakin konstan menekan pertahanan sebelah kiri Persib yang ditempati Ardi Idrus. Dari empat bek Persib, Ardi memang menjadi titik terlemah. Saat kalah 0-4 melawan Persebaya, tiga gol Green Force lahir dari wilayah Ardi.

Pada pertandingan ini, Ardi juga tak banyak mendapatkan bantuan signifikan dari Gian Zola.

Fakta inilah yang menjadikan Riko Simanjuntak leluasa untuk melakukan tusukan-tusukan sampai ke dalam kotak penalti. Namun, Riko tidak mendapatkan space yang bagus. Tampaknya, paska pembantaian di Surabaya, Alberts tidak mau ambil resiko. Dia membuat pemain bertahan Persib berdiri konsisten di sepertiga wilayah sendiri.

Taktik ini digunakan karena Alberts sangat paham bahwa dua bek tengah Persib yakni Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto tidak memiliki kecepatan yang impresif.

Walau tak punya ruang lebar, Riko Simanjuntak tetap mampu menciptkan dua situasi yang bagus. Pertama saat bola silangnya mengarah ke Marko Simic di muka gawang Persib. Dan yang kedua, saat dia merangsek ke dalam kotak penalti untuk memberikan umpan kepada Matos yang sudah menunggu di tengah. Namun, untuk keempat kalinya pada pertandingan ini, tendangan kaki kiri Matos pada menit ketiga injury time babak pertama tersebut, melayang jauh ke udara.

Hanya Catat Dua Tembakan, Persib Hasilkan Satu Gol

Persis seperti babak pertama, pada 10 menit awal babak kedua, baik Persija dan Persib masih saja memilih bermain hati-hati dan lambat.

Pada menit ke-55, Alberts melakukan pergantian penting dengan memasukkan pemain asal Turkmenistan Artur Gevorkyan dan menarik Febri Hariyadi. Sepanjang pertandingan, Febri memang tidak leluasa mengkreasi peluang karena dimatikan fullback kiri Persija Novri Setiawan.

Pemain tim nasional Indonesia itu bermain bagus dengan mencatat tiga sapuan (terbanyak dari semua pemain Persija) dan cuma membikin satu pelanggaran. Bahkan ketika Gevorkyan masuk, pertahanan sisi kiri Persija masih tetap solid dan tak tertembus.

Persib Bandung

Kekuatan Persija tereduksi dengan cederanya Bruno Matos pada menit ke-62. Julio Banuelos lalu memasukkan striker 39 tahun Bambang Pamungkas dan mengubah skema timnya menjadi 4-4-2.

Gelandang asal Nepal Rohit Chand dan Tony Sucipto bertanggung jawab sebagai jangkar permainan. Mereka juga diberi tugas untuk melakukan covering area ketika Riko Simanjuntak dan Yogi Rahadian (serta Feby Eka Putra yang menjadi pengganti) melakukan kerja penyerangan.

Persija unggul lebih dulu lewat tandukan Marko Simic meneruskan tendangan sudut Riko pada menit ke-75. Wasit Fariq Hitaba asal Jogjakarta  menganggap bola hasil sundulan Simic sudah melewati garis gawang Persib. Sebelumnya, bola itu menghajar mistar sebelum akhirnya menyentuh tanah.

Tetapi, hanya tiga menit setelah gol itu terjadi, wasit memberikan kartu merah langsung kepada Novri atas tindakannya yang sangat tidak penting. Novri yang emosional setelah beradu fisik melawan N’Douassel, melakukan aksi konyol dengan menyepak kaki penyerang asal Chad tersebut dengan menggunakan bola.

Unggul dalam jumlah pemain, Persib terus menekan sisi kiri pertahanan Persija yang lowong sepeninggal Novri. Tony Sucipto yang ditugaskan mengisi pos tersebut, dihajar habis-habisan sepanjang sisa pertandingan.

Setelah beberapa upaya gagal, Persib akhir mencetak gol pada menit pertama injury time babak kedua. Gevorkyan menceploskan bola setelah Rohit Chand gagal melakukan sapuan di depan gawang Persija.

Secara keseluruhan, Persija dan Persib berbagi penguasaan bola sama kuat; 50 persen dibanding 50 persen. Namun, Persija melakukan tujuh kali tembakan ke arah gawang. Jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang Persib yang cuma mencatat dua sepakan akurat.

Berdasarkan data Jawa Pos yang bekerja sama dengan lembaga penyedia statistik sepak bola Statoskop, Persija juga unggul dalam akurasi umpan, intersep, dan tendangan sudut. Sementara itu Persib lebih banyak melakukan tekel dan pelanggaran (24-17). Artinya, Persija bisa saja meraih kemenangan, andai Novri tidak dikeluarkan.

’’Saya berharap hal seperti itu tidak boleh lagi. Apalagi, pada pertandingan seperti tadi,’’ kata Julio Banuelos mengomentari kartu merah Novri pada konferensi pers setelah pertandingan.

Pria asal Spanyol tersebut tentu saja tahu, bahwa kartu merah itulah, yang membuat timnya gagal meraih tiga angka. (*)


Pada ulang tahun ke-70, Jawa Pos mempersembahkan logo khusus untuk suporter sepak bola Liga 1. Logo-logo tersebut kreasi dari tim desain dan ilustrasi Jawa Posdalam menerjemahkan filosofi klub serta para pendukungnya. Logo-logo itu dapat diunduh secara bebas di link berikut ini: https://logofansfc.jawapos.com/

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Indra Eka Setiawan