alexametrics
Piala Gubernur Jatim 2020

Rekonsiliasi Suporter di Indonesia Bukan lewat Acara Seremonial

10 Februari 2020, 11:30:09 WIB

JawaPos.com – Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020 tidak sekadar mengisi kegiatan pramusim. Selain menjadi uji coba tim sebelum berlaga di kompetisi resmi, Asprov PSSI dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap ajang itu bisa menyatukan kelompok-kelompok suporter di Jatim yang sejauh ini masih terlibat perseteruan.

Sebelum kickoff PGJ 2020 hari ini, kemarin (9/2) dilangsungkan sarasehan di Gedung Grahadi. Agenda tersebut diikuti sebagian perwakilan klub peserta dan suporter. Selain Gubernur Jatim Khofifah, hadir Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekjen PSSI Ratu Tisha, dan Dirintelkam Polda Jatim Kombespol Slamet Hariyadi.

Di ajang itu, dibahas bagaimana seharusnya mengatasi rivalitas suporter yang sudah kelewat batas dan kerap memakan korban jiwa.

Dirigen LA Mania Teguh Santoso yang pernah menjadi korban rivalitas dengan Bonek menuturkan, perdamaian harus diawali dari diri masing-masing. ’’Mulai dari diri saya pribadi dengan menanamkan tidak ada rasa dendam. Memang itu perlu proses sampai akhirnya bisa damai dengan Bonek,’’ ujar pria yang disapa Kerembo tersebut.

Sebagaimana diketahui, suporter Persela pernah bertahun-tahun berseteru dengan Bonek. Bahkan, beberapa nyawa melayang akibat perseteruan tersebut. Namun, beberapa tahun terakhir, situasinya membaik. Kedua kubu bahkan sudah berbagi tribun. Saling menerima dengan sukacita. ’’Harapan saya, di Jatim ini tidak ada pertikaian yang berkepanjangan. Memang harus diadakan pertemuan agar ada titik temu,’’ katanya.

Berbagai masukan dilontarkan dalam sarasehan kemarin. Salah satunya, rekonsiliasi suporter tidak akan bisa diselesaikan dengan cara-cara seremonial. Dibutuhkan proses panjang dengan serangkaian pertemuan di akar rumput.

’’Saya melihat ada teman-teman yang tidak nyaman dengan acara deklarasi di ruangan dingin seperti ini. Perdamaian itu harus muncul dari hati dan senyuman,’’ tutur Sidik Tualeka, fans relation manager Persebaya.

Perwakilan Aremania mengatakan hal senada. Tidak mudah menyatukan Bonek dengan Aremania di tribun. ’’Semua butuh proses yang panjang. Sudah berkali-kali kami berbicara soal damai. Tetapi, belum ada realisasi karena semuanya belum bisa terima. Masih panjang untuk ke arah sana. Tapi, upaya itu terus dan selalu kita upayakan bersama,’’ tegas Humas Aremania Ahmad Ghozali.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads