alexametrics

IFeL Main Pukul 5 Sore, Sepak Bolanya Pukul 7 Malam

10 Januari 2021, 12:20:51 WIB

JawaPos.com – Gegap gempita sepak bola Indonesia memang menghilang dari lapangan dan tribun-tribun stadion. Tapi tidak di layar komputer, laptop, atau gawai.

Sebanyak 535 ribu viewer tercatat di sepanjang Indonesian Football e-League (IFeL). Jumlah itu terbesar di dunia, mengalahkan liga-liga serupa di Eropa dan Asia yang lebih dulu ada. ”Jadi most viewers virtual football,” jelas Ketua IFeL Putra Sutopo kepada Jawa Pos.

Dihadirkan melalui game Pro Evolution Soccer (PES), kerinduan suporter di tanah air menyaksikan tim idola masing-masing bertanding sedikit terobati. Sebanyak sepuluh tim Liga 1 berpartisipasi. ”Persebaya dan Tira-Persikabo sebenarnya juga mau ikut, tapi sayangnya telat mendaftar,” kata Putra.

Tingginya animo terhadap IFeL ini juga yang membuat klub-klub serius membina tim e-sport masing-masing. IFeL juga berencana mengajak ke-18 tim Liga 1 untuk berkompetisi di tahun ini.

Putra mengatakan, pihaknya sedang menata ekosistem. Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama pemangku kepentingan yang lebih luas. Dia berencana bekerja sama dengan PSSI agar sama-sama memandang e-sport sebagai salah satu jenis hiburan lain di sepak bola.

”Jadi, IFeL ini bisa jadi pre-event ketika nanti kompetisi bisa berjalan. Misalnya, IFeL main jam 5 sore, sepak bolanya main jam 7 malam,” ungkapnya.

BENTUK DUKUNGAN: Ketua Umum PSSI Moch Iriawan menyerahkan hadiah kepada Rizky Faidan, juara IFeL 2020. (INSTAGRAM IFEL)

Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan sudah menunjukkan dukungan dengan menghadiri grand final IFeL tahun lalu. Sekaligus menyerahkan hadiah kepada player PSS Sleman Rizky Faidan yang jadi juara.

”Ini menghibur. Saya melihat bagaimana mereka memainkan timnya, mereka luar biasa,” ungkap Iwan Bule, sapaan akrab Moch. Iriawan, ketika itu.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Ganti Logo dan Jersey

Iwan juga mendorong semua klub, khususnya Liga 1, agar mengembangkan e-sport. Minimal punya tim e-sport yang bisa ikut IFeL tahun ini. ”Karena memang di saat pandemi begini, ini event yang bisa diakomodasi. Ada beberapa yang belum ikut. Mudah-mudahan ke depannya semua bisa ikut untuk membantu liga ini lebih besar lagi,” harapnya.

Dukungan juga datang dari Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 dan 2 Akhmad Hadian Lukita. Dia menyebutkan, pihaknya sudah merancang untuk membuat kompetisi e-sport musim ini. ”Tadinya berencana ada satu-dua bulan setelah Liga 1 jalan. Tapi, karena izin belum jelas, bisa jadi e-sport duluan,” paparnya.

Baca juga: Sukses di Lapangan Hijau, Arena Basket, dan Layar Konsol

Masalah sponsor, Lukita menuturkan, nanti tidak akan berbeda dengan Liga 1. Regulasinya pun sudah disusun sedemikian rupa oleh LIB. ”Semua klub wajib ikut dan player pertama harus berasal dari kota klub tersebut. Misalnya, Persebaya harus dari Surabaya,” ungkapnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rid/c9/ttg


Close Ads