alexametrics
Liga 1 2019

Bhayangkara Beres, Misi Persebaya Berikutnya, Pembalasan ke Arema

9 Desember 2019, 11:33:12 WIB

JawaPos.com – Empat hari lagi (12/12) Persebaya melakoni laga sarat emosi kontra Arema FC. Skuad Green Force –julukan Persebaya– dan para pendukungnya tentu masih ingat pernah dihajar empat gol tanpa balas saat bertandang ke markas Singo Edan –julukan Arema FC– pada 15 Agustus lalu.
Ruben Sanadi dkk tentu saja ingin membayar lunas utang kekalahan telak yang sempat membuat mereka di-bully habis-habisan oleh suporter setianya, Bonek. Persebaya mengantongi modal sangat penting untuk melakukan pembalasan terhadap Arema FC.

Ya, kemarin sore (8/12), dengan gagah perkasa, Persebaya menang 4-0 atas Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pada waktu yang sama, Arema FC dibantai 1-5 saat melawat ke kandang PSIS Semarang.

Persebaya Surabaya

Padahal, Bhayangkara FC datang ke Surabaya dengan modal mentereng. Tim berjuluk The Guardians itu tidak tersentuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir. Mereka meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang. Selain itu, Bhayangkara FC mencetak 16 gol dan hanya kebobolan enam gol. Namun, keperkasaan mereka seolah tidak terlihat ketika menghadapi Persebaya kemarin sore. Tidak ada perlawanan berarti dari The Guardians sepanjang laga.

Aryn Williams membuka keunggulan Persebaya pada menit ke-25. Gol pemain asal Australia itu menutup paro pertama untuk keunggulan tuan rumah 1-0. Bukannya bangkit, Bhayangkara FC malah remuk di babak kedua. Mereka kebobolan tiga gol tambahan masing-masing melalui brace David da Silva (71’, 74’) dan bunuh diri kapten Putu Gede Juni Antara (78’).

Tren positif tim tamu itulah yang menyulut performa apik Green Force. ’’Mereka datang dengan catatan pernah mengalahkan tim besar. Posisi di klasemen juga di atas kami,’’ jelas pelatih Persebaya Aji Santoso.

Menurut dia, situasi itu membuat semangat tempur pasukannya naik. Aji menjelaskan bahwa anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Termasuk mematikan pemain kunci seperti Adam Alis dan Herman Dzumafo. ’’Kami tidak hanya menang. Tapi, permainan kami juga bisa dinikmati,’’ ungkap pelatih 49 tahun tersebut.

Kemenangan tersebut membuat tren positif Green Force berlanjut. Selama ditangani Aji Santoso, Persebaya meraih empat kemenangan dan dua hasil imbang dari enam pertandingan. Alhasil, kini Green Force berada di posisi kelima dengan torehan 45 poin. Di posisi itulah, Persebaya finis musim lalu. Karena masih menyisakan tiga laga, Aji berharap bisa membawa Persebaya finis di posisi yang lebih baik.

’’Kami ingin maksimal di tiga pertandingan sisa. Kalau semua laga bisa menang, kenapa nggak? Ini akan jadi tantangan yang menarik buat saya,’’ kata mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Masalahnya, tiga pertandingan sisa itu cukup berat. Persebaya bakal menghadapi Arema FC (12/12), Persija Jakarta (17/12), dan Perseru Badak Lampung (22/12). Bahkan, laga kontra Arema FC akan diadakan di Stadion Batakan, Balikpapan.

Meski tiga pertandingan selanjutnya bakal berat, bek Persebaya M. Syaifuddin tetap pede. Kemenangan telak atas Bhayangkara FC diyakini mampu mengerek mental tanding rekan setimnya menjelang derbi Jatim kontra Arema FC. ’’Kami senang dengan hasil ini. Kemenangan ini jadi modal buat laga melawan Arema FC nanti,’’ kata Syaifuddin.

Sebaliknya, kekalahan itu menyesakkan bagi Bhayangkara FC. Sebab, mereka belum pernah menang ketika bersua Green Force. Dari empat laga, Green Force meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster menyatakan legawa. ’’Mereka (Persebaya) memang bermain jauh lebih bagus daripada kami. David da Silva menghancurkan kami,’’ jelas pelatih asal Irlandia Utara tersebut.

Dia menilai anak asuhnya tampil di bawah performa terbaik. ’’Anak-anak kelelahan. Kami hanya membawa 16 pemain ke Surabaya. Apalagi, jadwal recovery kami lebih sedikit satu hari jika dibandingkan dengan Persebaya,’’ papar pelatih 37 tahun tersebut.

Hal itu diperparah dengan cederanya kiper Wahyu Tri Nugroho. Dia digantikan Awan Setho pada menit ke-7. Artinya, tersisa 15 pemain Bhayangkara FC yang berada dalam kondisi fit. ’’Cederanya Wahyu membuat jatah pergantian kami berkurang. Saat pemain kelelahan, saya tak bisa melakukan pergantian lagi,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Bhayangkara FC bertekad untuk segera bangkit. ’’Kekalahan ini tak meruntuhkan semangat dan motivasi kami di laga selanjutnya,’’ tegas bek Bhayangkara FC Alsan Sanda.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Gus


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads