alexametrics
Liga 1 2019

Permainan Persebaya Lebih Baik di Tangan Aji, tapi Belum Bisa Menang

9 November 2019, 18:15:34 WIB

JawaPos.com – Terlepas dari kebobolan pada detik ke-51, Persebaya Surabaya menjalani babak pertama yang hebat ketika melawan Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, tadi sore. Sempat kacau pada lima menit awal, tim asuhan Aji Santoso itu mendominasi di paro pertama pertandingan.

Berbeda dengan Persebaya di tangan Wolfgang Pikal yang bermain layaknya layangan putus. Di tangan Aji, terutama pada babak pertama, meski dengan keterbatasan pemain, Rendi Irwan dkk tampil menjanjikan. Sabar melakukan build up, memainkan umpan pendek, dan cepat berreaksi ketika kehilangan bola.

Tira Persikabo

Memang, tanpa winger seperti Irfan Jaya atau Osvaldo Haay, membuat sayap Green Force tidak mengembang sempurna. Oktafianus Fernando memang mampu menghidupkan sayap kanan dengan kombinasinya bersama Abu Rizal Maulana. Tapi, di kiri, Elisa Basna kesulitan.

Seringkali, serangan dari sayap kiri lebih hidup ketika Rendi yang bergerak di kiri. Ruben Sanadi juga tidak begitu aktif menopang serangan dari kiri pada babak pertama. Meski sama-sama berasal dari Papua, tapi kombinasi Basna dengan Ruben tidak begitu klik layaknya bersama Osvaldo atau Irfan.

Berdasarkan catatan Statoskop, serangan Persebaya dari sayap kanan 27,1 persen, berbanding sayap kiri yang hanya 16,2 persen. Abu Rizal dan Ofan –sapaan Oktafianus– memang secara konsisten lebih sering menghadirkan tekanan ke pertahanan tuan rumah. Bahkan, pada menit ke-10, nyaris saja sepakan Abu Rizal setelah melakukan umpan satu dua dengan Diogo Campos bersarang ke gawang lawan, tapi masih mengenai kiper Syahrul Fadil.

Selama menit kelima hingga 15, setidaknya ada tiga peluang emas yang bermula dari sisi kanan serang Persebaya. Salah satunya sepakan jarak jauh Ofan. Ketika Rendi mencetak gol, meski bermula dari bola mati, Ofan lah sosok yang memberikan assist kepada Rendi yang tak terkawal di depan gawang lawan.

Basna justru lebih efektif ketika bermain sedikit ke tengah ketimbang harus menyisir dari sayap kiri. Beberapa kali dia memberikan umpan berbahaya atau bahkan tembakan ke gawang Tira Persikabo. Ketika Persebaya bermain berani, justru Tira Persikabo hanya menunggu di area permainan sendiri tanpa inisiatif.

Dampaknya, setelah unggul melalui tandukan Osas Saha pada menit pertama, Tira Persikabo malah tertekan. Mereka pun kebobolan melalui skema bola mati lewat kaki Rendi pada menit ke-35. Setelah menyamakan skor, Persebaya masih mendominasi. Tira Persikabo terlalu menunggu di babak pertama.

Persebaya Surabaya

Pada babak kedua, mulanya cukup berimbang. Persebaya lebih dulu unggul melalui skema bola mati lagi. Sepakan bebas Campos mampu dimaksimalkan tandukan Aryn Williams (51′). Tertinggal gol, Tira yang mulanya pasif mulai mengambil alih permainan.

Apalagi setelah Rendi cedera dan digantikan Fandi Eko pada menit ke-69. Hanya berselang beberapa detik, Tira menyamakan skor melalui skema bola mati lagi. Kali ini, giliran Khurshed Beknazarov. Skemanya tak beda jauh dengan gol Rendi ke gawang Tira, saat itu giliran Khurshed yang tak terkawal di area pertahanan Persebaya.

Sebenarnya, Tira punya peluang unggul melalui titik putih. Sayang, eksekusi Osas Saha mampu ditepis Imam Arief pada menit ke-81. Penalti dijatuhkan karena pelanggaran yang dilakukan bek pengganti Persebaya Otavio Dutra. Bek naturalisasi itu masuk lapangan pada menit ke-74 menggantikan Andri Muliadi.

Permainan Tira pada babak kedua lebih berkembang terutama setelah masuknya Frisca Womsiwor menggantikan Sansan Fauzi pada menit ke-64. Berkali-kali dia merepotkan sisi kiri pertahanan Persebaya. Bahkan, ada satu peluang emas yang sempat menggetarkan gawang, tapi Ciro Alves dianggap berada dalam posisi offside.

Secara umum, pada babak pertama, Persebaya yang menguasai open play. Tapi, pada babak kedua, Tira Persikabo lebih baik. Meski begitu, tidak ada gol yang tercipta melalui open play. Semuanya berasal dari skema bola mati. Bagi Aji Santoso, ini debut yang lumayan. Setidaknya tidak kalah. Dan, permainan juga lebih menjanjikan dengan keterbatasan opsi pemain.

Dari statistik, peluang Persebaya mencapai 19 tembakan dengan tujuh yang mengarah tepat ke gawang lawan. Penguasaan bola juga mencapai 56 persen berbanding 44 persen untuk lawan. Persentase passing sukses juga mencapai 84 persen. Yang membedakan dengan sebelumnya, ketika kehilangan bola, respons para pemain Persebaya lebih baik. Transisi dari menyerang ke bertahan lebih mulus. Sayang, masih lengah saat mengantisipasi bola mati.

Faktanya, di barisan starter, kiper Imam Arief, bukan Miswar. Di jantung pertahanan, duet Andri Muliadi dan Hansamu Yama. Di sayap, Elisa Basna dan Oktafianus Fernando, tanpa ada Irfan Jaya atapun Osvaldo Haay. Di tengah Rendi, Hidayat, dan Aryn Williams, karena Rahmat Irianto membela timnas U-23 Indonesia. Lalu, di depan, terpaksa memainkan Diogo Campos karena David da Silva tidak fit. Skor imbang 2-2 sudah cukup fair untuk debut Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya.

Editor : Mohammad Ilham

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads