alexametrics
Timnas Indonesia

Apapun Hasil Lawan UEA dan Vietnam, Posisi McMenemy Aman

9 Oktober 2019, 12:00:41 WIB

JawaPos.com – Napas Simon McMenemy sebagai pelatih timnas Indonesia tampaknya masih cukup panjang. Apa pun hasil yang diraih tim asuhannya, baik ketika melawan Uni Emirat Arab (10/10) maupun Vietnam (15/10), PSSI tidak akan menggantinya. Pelatih asal Skotlandia itu masih aman duduk di kursi kepelatihan tim Garuda.

Hal tersebut disampaikan Sekjen PSSI Ratu Tisha kepada Jawa Pos kemarin (8/10). Dia menyatakan, kontrak McMenemy bersama timnas selama dua tahun. Artinya, mantan pelatih Bhayangkara FC itu masih punya waktu setahun lagi untuk memperbaiki performa timnas Indonesia.

Waktu setahun lagi juga dimaksimalkan untuk persiapan mengikuti Piala AFF 2020. McMenemy diharuskan membawa Indonesia menjadi juara pada turnamen bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut. ”Tapi, bukan kami di PSSI lantas menutup mata akan hasil di Kualifikasi Piala Dunia ini ya,” tuturnya.

Tisha menjelaskan, performa McMenemy akan dilihat hingga Kualifikasi Piala Dunia 2022 selesai. Akan dilihat seberapa jauh dia bisa membawa tim Merah Putih berkiprah di ajang tersebut. ”Ini juga tim senior. Jadi, targetnya adalah setiap pertandingan harus menang,” ujarnya.

Jika melihat penampilan Manahati Lestusen dkk, McMenemy tampaknya akan kesulitan untuk meningkatkan performa tim. Berada di juru kunci klasemen sementara, Indonesia sudah menelan dua kali kekalahan di kandang sendiri. Yakni saat melawan Malaysia (5/9) dan Thailand (10/9).

Isu pergantian pelatih memang cukup santer terdengar setelah dua kekalahan tersebut. Bahkan, salah seorang anggota Exco PSSI Refrizal menyebut sudah menyiapkan pengganti McMenemy. Nama Rahmad Darmawan menjadi salah satu kandidatnya.

Tisha tidak mau mengomentari apa yang dikatakan Refrizal. Yang jelas, pergantian pelatih untuk saat ini tidak akan bisa menjadikan timnas lebih baik. Malah mungkin kian terpuruk.

Sebab, Kualifikasi Piala Dunia 2022 sudah berjalan. Jika McMenemy diganti, pelatih baru harus cepat beradaptasi. Bakal butuh training camp yang panjang lagi. ”Itu tidak mungkin. Kompetisi kita saat ini juga masih bergulir. Jadi, akan sangat rawan dan tidak ada jaminan untuk lebih baik,” ucapnya.

Perempuan kelahiran 30 Desember 1985 tersebut menambahkan, saat ini yang paling penting adalah timnas membutuhkan support. Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa bangkit dan memberikan harapan bagi sepak bola Indonesia. ”Jangan berandai-andai yang buruk. Mari sama-sama berdoa agar di pertandingan selanjutnya timnas bisa menang, itu saja,” tuturnya.

Sementara itu, timnas yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab, sejak 3 Oktober mulai bisa beradaptasi dengan baik. Para pemain juga mulai terbiasa dengan suhu panas Dubai yang berkisar 30–40 derajat Celsius saat siang. Gemblengan fisik yang diberikan McMenemy memberikan dampak positif bagi para pemain.

Di luar itu, para pemain juga mendapatkan menu makanan spesial selama di Dubai. Suhu udara yang panas tentu membuat para pemain kehilangan banyak cairan. Dokter timnas Ahmad Nizar memberikan beberapa menu agar kondisi para pemain tetap fit. Menu-menu tersebut selalu disajikan di setiap makan bersama. Berupa sayur, ayam, ikan, salad, buah, susu, dan roti. ”Semua saya cek sebelum disajikan kepada pemain,” ungkapnya.

Selain itu, Nizar keras kepada pemainnya agar tidak melanggar menu makanan yang dilarangnya. Misalnya saja makanan-makanan pedas, berminyak, dan kerupuk. Dia juga mewajibkan para pemain menambah porsi minum air putih selama di Dubai. ”Terutama pagi sampai sore, harus ditambah air minumnya,” tegas dia.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads