alexametrics
Liga 1 Putri

Tidak Hadir di Manager Meeting, Persebaya Putri Belum Pastikan Ikut

9 September 2019, 16:30:56 WIB

JawaPos.com – Liga 1 Putri yang diusulkan PSSI, tampaknya, benar-benar bakal bergulir. Kemarin (8/9), di Hotel Sultan, Jakarta, dilakukan manager meeting untuk drawing peserta. Ada 10 tim dari Liga 1 yang akan ambil bagian. Sembilan perwakilan tim peserta hadir. Kecuali, Persebaya Surabaya.

’’Liga 1 kali ini dibagi dua grup. Bakal ada tiga babak. Yaitu, penyisihan, semifinal, dan final. Untuk penyisihan nanti, sistemnya adalah series,’’ papar Sekjen PSSI Ratu Tisha.

Rencananya, kickoff diadakan pada 6 Oktober mendatang. Di mana? Tisha belum tahu. Yang jelas, PSSI sebagai operator masih menunggu klub mana saja yang mau menjadi tuan rumah untuk seri pertama Liga 1 Putri.

Uniknya, dalam Liga 1 Putri, Persija Jakarta dan Persib Bandung yang biasanya selalu dipisah gara-gara rivalitas panas suporternya kali ini tergabung dalam satu grup. Tisha menyatakan bahwa pihaknya memang sengaja melakukannya karena ingin memulai babak baru hubungan yang harmonis antara pendukung Persija dan Persib. ’’Ini harus sama-sama dijaga. Apalagi, Liga 1 Putri kan baru dimunculkan sekarang,’’ tuturnya. ’’Tunjukkan bahwa sepak bola putri itu bisa meredam hal-hal negatif,’’ lanjutnya.

Tisha menjelaskan, karena tujuan diselenggarakannya Liga 1 Putri adalah mengembangkan sepak bola perempuan di Indonesia, PSSI mewajibkan 10 klub peserta memiliki pelatih berlisensi C AFC. Diharapkan, meski bisa dikatakan kompetisinya masih bersifat amatir, para pemain sudah mendapatkan kurikulum pelatihan yang paling update.

Untuk urusan pemain, dia menyerahkan semuanya kepada klub peserta. Artinya, PSSI tidak melarang jika sebagian besar pemain PS Tira Persikabo Putri berasal dari Persijap Kartini dan manajernya adalah Presiden Persijap Esti Puji Lestari. ’’Rekrutmen seleksi kewenangan klub. Mereka berhak menentukan apa pun untuk bentuk tim putrinya. Karena keadaaannya sekarang fokusnya masih partisipan dulu, meramaikan dulu,’’ tegasnya.

Disinggung tentang isu mundurnya Persebaya Surabaya dari Liga 1 Putri, Tisha tidak tahu-menahu. Yang jelas, dalam komunikasi terakhir, Green Force masih bersedia ikut berpartisipasi di dalamnya. ’’Jangan cari hal-hal negatif, yang positif saja,’’ katanya.

Ketika dimintai konfirmasi, manajemen Persebaya belum mau buka suara. Tadi malam Jawa Pos berusaha menghubungi Manajer Persebaya Candra Wahyudi. Namun, tidak ada respons. Setelah itu, Jawa Pos menghubungi Sekretaris Persebaya Ram Surahman. Sayangnya, pria asal Gresik itu juga belum berani bicara lantaran harus berkoordinasi dengan tim manajemen yang lain. ’’Besok (hari ini) saja ya,’’ ucapnya singkat.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads