alexametrics

Pengamat: PSSI Tak Punya Hati Jika Harus Bertele-tele Soal Birokrasi

9 Januari 2021, 19:57:25 WIB

JawaPos.com – Desakan dari banyak pihak soal kejelasan kompetisi tidak membuat PSSI sigap. Nyatanya, rapat exco yang diwacanakan akan digelar pada pertengahan Januari ini masih abu-abu.

Hal tersebut sangat disayangkan banyak pihak. Salah satunya pengamat sepak bola Tommy Welly. Menurut Tommy, PSSI seperti tidak punya manajemen krisis.

”Harusnya tidak perlu lagi menunggu pertengahan bulan ini. Sudah lakukan saja rapat exco, bikin surat keputusan. Karena orang sudah tidak bisa menunggu terlalu lama lagi saat ini,” paparnya.

Baca Juga: Di Grup WA, Hansamu Menyampaikan Sikap Pemain ke Manajemen Persebaya

Pria yang akrab disapa Towel itu mengatakan, PSSI seharusnya menyudahi optimisme soal bisa melanjutkan kompetisi. Sebab, sudah dua kali kepolisian tidak mengeluarkan surat izin keramaian. Itu jadi penanda bahwa kompetisi musim 2020 tidak boleh dilanjutkan.

”Lebih baik segera diputuskan batal. Klub yang jadi korban kalau ini terus berlarut-larut. Buktinya, dua klub sudah mendeklarasikan secara terbuka membubarkan tim,” ungkapnya. Dua klub yang dimaksud adalah Madura United dan Persipura Jayapura.

Towel punya tiga alasan kenapa PSSI harus segera membatalkan rencana melanjutkan kompetisi. Yang pertama tentu tidak berhasilnya PSSI dalam menjalankan administrasi program kompetisinya sendiri.

Pemicunya adalah kegagalan mereka mendapatkan izin kepolisian. ”Yang kedua tentu secara ekonomi. Dalam situasi saat ini kemampuan klub dan sponsor untuk melaksanakan kompetisi sangat diragukan,” tegasnya.

Yang terakhir tentu adanya dua klub yang sudah mendeklarasikan pembubaran skuad. Sangat tidak mungkin kompetisi dilanjutkan pada Februari mendatang jika dua pesertanya sudah bubar.

”Ini berpengaruh pada regulasi kompetisi. Jadi, bagaimana mengeksekusi kompetisi jika ada klub yang mundur?” cetusnya.

Yang dikatakan Towel dibenarkan pengamat sepak bola lainnya, Mohamad Kusnaeni. Menurut dia, PSSI sudah tidak punya hati jika harus bertele-tele masalah birokrasi.

”Ini ada yang salah dengan manajemen krisis di PSSI. Kenapa harus menunggu lagi? Toh, sudah jelas Januari ini tidak dapat surat izin keramaian. Putuskan saja langsung batalkan kompetisi. Kenapa harus menunggu pertengahan Januari?” tandasnya.

PS Tira-Persikabo Gelar Latihan
Saat sejumlah tim memutuskan menunda latihan dan beberapa tim lainnya membubarkan diri, PS Tira-Persikabo justru sudah memulai latihan lagi.

Sejak Senin (4/1) tim berjuluk The Army itu menggelar latihan di Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat (Pusdikzi), Bogor.

Selain pemain lokal, Silvio Escobar yang sebelumnya pindah ke PSMS Medan juga ikut latihan. Escobar memang akhirnya kembali ke Tira-Persikabo setelah peminjamannya selesai di PSMS. Tira-Persikabo juga hanya dilatih staf pelatih lokal. Sebab, pelatih Igor Kriushenko masih berada di negaranya.

Apa alasan Tira-Persikabo menggelar latihan lagi? Salah seorang pemain Tira-Persikabo Munadi menjelaskan, latihan yang dilakukan rekan-rekannya memang resmi permintaan klub. Pemain pun merasa senang dengan permintaan tersebut.

”Kalau latihan bersama begini jauh berbeda, terutama suasananya. Jadi, kami terhindar dari kejenuhan,” ujarnya. ”Apalagi, kami dipantau tim pelatih langsung. Jadi bisa benar-benar menjaga kondisi,” imbuhnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : rid/c9/bas


Close Ads