alexametrics
Bursa Transfer Liga 1

Ruben ke Bali United atau Bhayangkara FC, Osvaldo Mangkir Latihan

9 Januari 2020, 07:00:17 WIB

JawaPos.com – Teka-teki masa depan Ruben Sanadi akhirnya terjawab. Pemain 33 tahun itu resmi berpisah dari Persebaya Surabaya. Kontrak Ruben di Persebaya memang berakhir pada Desember 2019. Namun, sejatinya manajemen Green Force –julukan Persebaya– tidak tinggal diam. Sudah ada tawaran kontrak anyar yang disodorkan. Bahkan, Ruben yang menegosiasikan kontrak secara langsung dengan Presiden Persebaya Azrul Ananda.

’’Dalam setiap negosiasi, kan ada dua kemungkinan, sepakat atau gagal. Nah, ini (nego dengan Ruben, Red) tidak berhasil. Namun, kami tidak bisa sebutkan alasannya,’’ kata Candra Wahyudi, manajer Persebaya.

Persebaya Surabaya

Sebelum pisah, Ruben bertemu dengan pelatih Persebaya Aji Santoso. Aji pun tidak mampu mencegah jika akhirnya Ruben lepas karena tidak ada kata sepakat. ’’Saya respek sama Ruben. Anak ini istimewa. Dia pribadi yang sangat baik,’’ ujar Aji. ’’Kalau sudah tidak berada di Persebaya, saya doakan dia sukses di tempat lain,’’ tutur pelatih 49 tahun tersebut.

Hengkangnya Ruben jelas menjadi kehilangan besar bagi Green Force. Sebagai kapten, dia adalah sosok pemimpin di lapangan. Posisinya sebagai bek kiri juga nyaris tidak tergantikan. Ruben tampil dalam 30 laga bersama Persebaya di Liga 1 musim lalu. Total, dia mencatatkan 1 gol, 2 assist, 88 intersep, dan 56 sapuan.

Lepas dari Persebaya, Ruben kini dikaitkan dengan Bali United dan Bhayangkara FC. Bahkan, manajemen Bhayangkara sudah secara terbuka menyatakan tertarik memakai tenaga bek kiri asal Papua itu.

Kondisi itu membuat Aji harus memutar otak. Sebab, Ruben adalah satu-satunya bek kiri murni di Persebaya. Sejatinya masih ada Rachmat Irianto yang bisa bermain di posisi tersebut. Namun, Aji mencari bek kiri anyar dalam waktu dekat. ’’Saya akan lihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan seperti apa,’’ katanya.

Yang jelas, sebagai mantan pemain yang berposisi bek kiri, Aji punya kriteria khusus. ’’Harus kuat menahan bola agar sesuai dengan pola permainan saya,’’ tambah mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Selain Ruben, pemain asal Papua lainnya yang terancam lepas adalah Osvaldo Haay. Sebab, pemain 22 tahun itu mangkir dalam tiga kali sesi latihan Green Force. Padahal, manajemen meminta dia datang ke Surabaya sejak 4 Januari lalu. ’’Sudah kami hubungi. Ternyata tidak ada respons sama sekali dari Osvaldo. Kami sangat menyesalkan,’’ ungkap Candra.

Masa depan Osvaldo pun mengambang. Memang, mantan pemain Persipura Jayapura tersebut masih terikat kontrak hingga akhir Januari nanti. Namun, tampaknya pihak Persebaya sudah mulai habis kesabaran. ’’Syarat gabung dengan tim saya itu adalah pemain harus disiplin. Sebab, cari prestasi tanpa disiplin itu sulit,’’ tegas Aji.

Candra senada dengan Aji. Dia menegaskan bahwa Persebaya tidak senang ada pemain yang indisipliner. ’’Mungkin orang berpikiran untuk membentuk tim harus diisi pemain hebat. Tapi, kami (manajemen, Red) tidak. Sebab, pemain kan juga harus disiplin,’’ tegas Candra.

Dia pun berharap Osvaldo bisa segera memberikan respons. ’’Karena masih terikat kontrak, seharusnya dia patuh dengan aturan klub. Kalau tidak, biar publik yang menilai,’’ jelas pria asal Bojonegoro tersebut.

Performa Osvaldo memang cukup oke. Musim lalu dia mampu mencetak enam gol dari 20 pertandingan. Namun, kalaupun Osvaldo hengkang, Persebaya sejatinya tidak perlu risau. Sebab, masih ada pemain anyar, Mahmoud Eid. Pemain berpaspor Palestina itu bisa diplot sebagai winger. ’’Gelandang serang juga bisa. Tinggal lihat kebutuhan,’’ tandas Aji.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads