alexametrics
Timnas Indonesia

Rumput Lapangan Kurang Ideal saat Indonesia versus Vietnam di Gianyar

8 Oktober 2019, 16:00:16 WIB

JawaPos.com – Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Bali. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dipilih jadi venue pertandingan karena dinilai paling aman saat ini. Tapi, faktor keamanan itu tidak dibarengi dengan persiapan yang maksimal dari sisi venue.

Ya, terkesan mendadak, Stadion Kapten I Wayan Dipta harus rela terlihat kurang menarik ketika menjamu Vietnam nanti. Terutama masalah rumput stadion. Sebab, sebelum digunakan sebagai venue melawan Vietnam, rumput stadion kandang Bali United itu sudah dipakai bertanding untuk dua event sekaligus hanya dalam seminggu.

Yang pertama adalah Liga 3 Regional Bali yang sudah memasuki tahap semifinal. Pada 5 Oktober lalu, stadion dipakai bertanding empat tim. Yakni, Putra Tresna melawan Perseden Denpasar dan PSAD Udayana melawan Tunas Muda Ubud. Kemarin (7/10) stadion juga dipakai untuk perebutan peringkat ketiga dan laga final.

Tidak berhenti sampai di situ, besok (9/10) ada semifinal Elite Pro Academy Liga 1 U-20. Dua pertandingan akan digelar di stadion dengan kapasitas sekitar 22 ribu tempat duduk itu. Yakni, Persebaya Surabaya U-20 melawan PSIS Semarang U-20 dan Barito Putera U-20 melawan Bhayangkara FC U-20.

Tiga hari berselang (12/9), EPA Liga 1 U-20 bakal menggelar laga final dan perebutan tempat ketiga. Ditambah sehari berikutnya (13/10) timnas Indonesia akan menggelar latihan perdana di Stadion Kapten I Wayan Dipta setelah tiba di Bali dari Dubai pada 12 Oktober.

Nah, dalam seminggu, Stadion Kapten I Wayan Dipta akan dipakai menggelar pertandingan normal sebanyak delapan kali. Itu tentu sangat tidak ideal untuk venue yang akan dipakai dalam pertandingan sekelas kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebab, idealnya, venue pertandingan selevel FIFA harus steril kurang lebih dua minggu.

Hal itu dikatakan tenaga ahli sepak bola Mansyur. Pria yang kerap menangani masalah rumput di Stadion Gelora Joko Samudro (Gresik), Stadion Gelora Bung Karno (Surabaya), dan Stadion Gelora Delta (Sidoarjo) itu menjelaskan, sebelum pertandingan internasional, seharusnya rumput dirawat dengan intensif. ’’Jelang international match yang cost-nya lebih tinggi, memang tidak ideal jika sering dipakai jelang pertandingan,’’ bebernya.

Menurut Mansyur, kondisi rumput di Stadion Kapten I Wayan Dipta memang cukup bagus. Namun, tetap saja, perawatan yang intensif diperlukan agar terlihat sangat baik saat pertandingan. ’’Apalagi saat ini musim kemarau,’’ lanjutnya.

Ditakutkan, rumput di Stadion Kapten I Wayan Dipta akan menguning. Tidak akan terlihat cantik seperti biasanya. ’’Dari sisi permukaan tetap rata dan nyaman dipakai main. Tapi, ada beberapa sisi yang warna rumputnya menguning. Istilahnya, rumputnya stres karena sering dapat injakan,’’ jelasnya.

Pelatih Bali United Stefano Cugurra menambahkan, rumput Stadion Kapten I Wayan Dipta memang sangat bagus. Timnya yang lumayan sering berlatih tidak menemui masalah dengan kondisi yang ada. ’’Tapi ingat, tetap harus lihat jadwal pertandingan, biar nanti teman-teman yang bermain bisa kerja ekstra di lapangan yang bagus lagi,’’ paparnya.

Sementara itu, Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menegaskan, tidak ada masalah meski Stadion Kapten I Wayan Dipta sudah menggelar delapan pertandingan sebelum laga timnas melawan Vietnam. Plus, latihan timnas dan official training H-1 pertandingan. ’’AFC sudah inspeksi sendiri, jadi rumput pasti dinilai bagus lah. Saya rasa tidak akan ada masalah soal itu,’’ ucapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads