alexametrics
Liga 1 2019

Kiat Klub Jaga Kondisi Pemain: PSM Siapkan Denda, Barito Pangkas Libur

8 Juni 2019, 07:37:21 WIB

JawaPos.com – Liga 1 2019 tengah rehat dalam rangka libur Lebaran. Meski begitu, setiap klub memiliki program untuk menjaga kondisi fisik pemainnya. Itu dilakukan agar mereka bisa kembali prima setelah menjalani liburan.

PSM Makassar menjadi tim yang menerapkan aturan paling ketat. Mereka sudah menyiapkan program timbang badan usai liburan. Jika ada pemain yang berat badannya naik, denda sudah di depan mata. Hitungannya, mereka akan dikenakan denda Rp 1 juta per kilogram. Artinya, jika naik tiga kilo, pemain akan didenda Rp 3 juta.

Asisten pelatih PSM, Imran Amirullah membenarkan hal itu. Menurut dia, aturan itu diterapkan untuk menjaga kondisi fisik pemainnya. Apalagi, Juku Eja – julukan PSM, tak hanya fokus di Liga 1. Mereka juga akan menghadapi tim Vietnam, Becamex Binh Duong pada leg pertama babak semifinal AFC Cup zona ASEAN (19/6).

Imran menambahkan, para pemain sudah tahu soal aturan tersebut. “Tinggal cara mereka menjaga pola makan agar berat badan tidak naik,” terang Imran.

Winger PSM, Bayu Gatra tak menampik ada sanksi yang menanti. Karena itu, meski tengah libur, dia tetap akan menjaga pola latihan. “Jadi ya tiap hari saya harus olahraga. Termasuk jogging,” terang mantan penggawa Madura United itu.

Aturan serupa juga diterapkan oleh PS Tira Persikabo. Sang pelatih, Rahmad Darmawan akan memberlakukan timbangan badan kepada anak asuhnya. Jadi, sebelum Lebaran, berat badan pemain ditimbang lebih dahulu. Sesudah libur Lebaran, berat badan itu tidak boleh lebih atau berkurang. Ada konsekuensi jika itu dilanggar. Walau tidak disebutkan, RD – sapaannya, berharap anak asuhnya bisa menjaga tanggung jawab profesi sebagai pesepak bola profesional.

“Kami juga berikan pekerjaan rumah berupa program latihan, dan diberikan tanggung jawab terhadap profesi di tengah libur Lebaran. Mereka harus tetap beraktivitas,” tegas RD.

Bhayangkara FC juga termasuk tim yang waswas dengan kondisi pemainnya saat jeda kompetisi. Hal itu diungkapkan pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera. Tanpa latihan dan pertandingan kurang lebih dua minggu, dia sadar bakal ada penurunan kualitas ketika berkumpul. Karena itulah, beberapa program seperti jogging dan diet makanan berminyak diterapkan. Pemainnya juga diminta untuk menjaga asupan makanan lain agar tidak berlebihan selama libur Lebaran.

“Saya tidak mau kondisi fisik menurun dan berat badan naik ketika nanti berkumpul lagi,” terang Alfredo Vera.

Kondisi itu juga diterapkan oleh Barito Putera. Bedanya, mereka memiliki jeda libur yang paling singkat. Pasukan Laskar Antasari – julukan Barito Putera, hanya libur lima hari. Yakni, mulai dari Selasa (4/6) hingga Minggu (9/6). Mereka sudah harus berlatih kembali pada Senin (10/6) nanti.

Kenapa singkat ? Ini bisa dimaklumi. Sebab, Barito Putera tengah terpuruk di ajang Liga 1. Dari tiga laga, mereka belum pernah merasakan kemenangan. Dua kali menelan kekalahan dan meraih satu hasil imbang. Total, mereka sudah kebobolan enam gol dan baru mencetak tiga gol.

Tak ada program khusus bagi pemain Barito Putera. Pelatih Jacksen F Tiago hanya meminta pengertian dari anak asuhnya. Yakni, agar bisa kembali ke latihan dalam kondisi oke.

“Kami ingin saat mereka kembali ke latihan, anak-anak membawa semangat baru. Itu penting untuk laga selanjutnya,” kata pelatih asal Brasil itu.

Kondisi berbeda diterapkan Persebaya Surabaya. Meksi sama-sama terpuruk, tapi Green Force – julukan Persebaya, memiliki waktu libur lebih panjang. Mereka baru kembali melakoni latihan pada Selasa (11/6). Artinya, ada waktu sembilan hari bagi skuad Persebaya untuk merasakan liburan.

Tim pelatih Persebaya juga punya aturan agar kondisi pemainnya tetap oke selama liburan. Meski begitu, ada hal lain yang dinilai lebih penting. “Tim pelatih punya tugas untuk mengangkat kembali motivasi pemain,” kata Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : gus/rid/bas



Close Ads