alexametrics
Bursa Transfer Liga 1 2020

Gabriel dan Bustomi Sudah Latihan, Persela Tunggu Prisca Womsiwor

8 Februari 2020, 17:00:37 WIB

JawaPos.com – Komposisi pemain Persela Lamongan berubah drastis jika dibandingkan dengan musim lalu. Pemain lama yang tetap berkostum biru muda hanya berkisar 40 persen. Cuma ada 11 anggota skuad Persela musim lalu yang tetap bertahan di Stadion Surajaya, Lamongan. Adapun 18 pemain lainnya merupakan amunisi anyar.

Hingga saat ini, Persela tercatat memiliki 29 pemain. Dua di antaranya merupakan pemain yang dipromosikan dari Persela U-20, Ubaidillah dan Risqi Putro Nugroho. Nama-nama lainnya adalah rekrutan anyar. Banyaknya muka baru tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi jajaran pelatih Persela. Dan, sang juru racik Persela, Nil Maizar, sadar betul tentang tantangan tersebut.

Persela Lamongan

”Kami harus membangun chemistry pemain dari awal. Inilah pekerjaan yang terus kami lakukan. Selain tentunya adaptasi taktikal dan strategi yang akan kami mainkan,” jelas Nil.

Dan, membangun chemistry itu tentu saja bukan perkara mudah. Apalagi, pemain-pemain anyar Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– berasal dari banyak kesebelasan. Tercatat hanya tujuh pemain baru yang musim sebelumnya bermain bersama.

Selain dua pemain promosi dari Persela U-20, ada tiga pemain yang berasal dari Kalteng Putra. Yakni, Reky Rahayu, Dadang Apridianto, dan Rizky Febrianto. Dua lainnya adalah Alfonsius Kelvan dan Roni Fatahilah yang musim lalu sama-sama bermain di PSMS Medan.

Sudah begitu, juga baru ada yang bergabung dalam latihan. Ada dua wajah baru yang baru ikut latihan kemarin. Dua pemain itu adalah striker asal Brasil Gabriel do Carmo dan mantan gelandang timnas Ahmad Bustomi. Selain itu, masih ada dua nama lagi yang belum datang, yakni Prisca Womsiwor dan Rizky Dwi. ”Biasanya 10–15 hari itu merupakan penyesuaian taktikal. Di sisi lain, waktu menuju kompetisi kan semakin mepet,” ujar Nil.

Upaya membangun chemistry dan adaptasi taktikal itu pun berkejaran dengan waktu. ”Saat ini yang terpenting bagi kami adalah kerangka tim kelihatan dulu. Dalam waktu bersamaan, kami akan terus bangun chemistry satu dengan yang lainnya,” papar pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat, tersebut.

Nil tidak bisa memastikan butuh berapa lama membangun chemistry tersebut. Mantan pelatih tim nasional itu menyebut, dirinya dan jajaran pelatih Persela hanya bisa berharap hal itu terbangun secepatnya. ”Mudah-mudahan Piala Gubernur Jawa Timur nanti bisa membantu kami mempercepatnya,” pungkas Nil.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads