alexametrics
Pemkot Surabaya vs Persebaya

Pengelolaan Wisma Persebaya Dijamin Kembali ke Persebaya, tapi Nanti

8 Januari 2020, 07:00:00 WIB

JawaPos.com – Wisma Persebaya saat ini diambil alih oleh Pemkot Surabaya. Kondisi itu membuat kompetisi internal Persebaya Surabaya harus dipindah ke lapangan Brigif, Gedangan, Sidoarjo. Tapi, pihak pemkot memastikan, pengelolaan wisma akan dikembalikan ke Persebaya.

Namun, tidak dalam waktu dekat. Sebab, saat ini Wisma Persebaya sedang direnovasi. Sebab, Lapangan Persebaya akan digunakan sebagai salah satu tempat latihan tim peserta Piala Dunia U-20 tahun depan. Surabaya memang ditunjuk sebagai salah satu calon tuan rumah.

Persebaya Surabaya

”Kami sudah rapat dengan Bapekko Surabaya. Kalau proses renovasi rampung, pasti pengelolaan kami kembalikan ke Persebaya. Ini hanya masalah waktu,” kata Yusar, jaksa pengacara negara (JPN) Pemkot Surabaya, kepada Jawa Pos setelah sidang gugatan Wisma Persebaya kemarin sore.

Dia menambahkan, pengosongan dilakukan agar renovasi berjalan lancar. ”Ini kan aset pemkot. Jadi ya harus dipatuhi aturannya,” tambah Jafar.

Saat ini persoalan Wisma Persebaya tengah disidangkan. Sidang memasuki agenda pembacaan bukti di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin siang. PT Persebaya Indonesia selaku penggugat menghadirkan dua saksi. Yakni, mantan pemain dan pelatih Persebaya, Totok Risantono. Satu lagi adalah Dadi Riscahyanto. Dia adalah mantan komisi pengadil tim internal dari 1987 hingga 2000.

Dalam kesempatan itu, keduanya bersaksi bahwa Wisma Persebaya sejak dulu dikelola manajemen Green Force. Tapi, kuasa hukum Pemkot Surabaya Setijo Boesono mengaku hak kepemilikan itu tidak relevan. ”Kalau penggunaan (oleh Persebaya, Red) memang iya. Kalau kepemilikan itu jadinya tidak pas ya,” katanya.

Dalam sidang kemarin, sekitar 100 Bonek hadir. Pentolan Bonek Andi Peci berharap ada itikad baik dari pihak pemkot. Yakni, segera menyerahkan pengelolaan Wisma Persebaya ke fungsi awalnya. ”Kehadiran kami sebenarnya independen. Tapi, sebagai pencinta sepak bola, kami miris melihat pemain main di Sidoarjo. Ini problem serius,” katanya.

Dia berharap ada dialog antara pemkot, Persebaya, dan Bonek. Hal itu harus dilakukan agar segera ada titik temu soal Wisma Persebaya. ”Kami sampaikan agar musyawarah saja. Kami nggak ingin sampai harus ada aksi yang lebih besar dari Bonek,” tegas pria yang bernama asli Andi Kristiantono itu.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads