alexametrics
Liga 1 2019

APPI Ancam Laporkan PSSI ke FIFA terkait Tunggakan Gaji Pemain

7 Desember 2019, 17:00:30 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) angkat bicara mengenai kasus tunggakan gaji pemain oleh Semen Padang dan PS Tira-Persikabo. Semen Padang menunggak gaji Tristan Koskor. Sementara itu, Tira Persikabo belum memenuhi hak Elio Bruno Martins.

Akibatnya, Semen Padang dan Tira Persikabo dijatuhi sanksi oleh FIFA berupa larangan melakukan perpindahan pemain atau pendaftaran pemain baru. Hal itu berlaku di tingkat nasional maupun internasional. Sanksi tersebut berlaku paling lama tiga periode atau sampai kewajiban klub bisa diselesaikan.

Sekjen APPI M. Hardika Aji menuturkan, saat ini posisi APPI sebagai pengawas. Artinya, jika nanti PSSI tidak melaksanakan keputusan FIFA, pihaknya bisa melapor ke FIFA. ’’Karena selama ini banyak keputusan FIFA Dispute Resolution Chamber (DRC) dan FIFA Players Status Committee yang belum dilaksanakan dengan baik oleh federasi (PSSI),’’ katanya.

Karena tidak melaksanakan keputusan yang sudah ditetapkan, pada 2018 PSSI didenda FIFA. Denda dijatuhkan karena PSSI tidak melaksanakan perintah FIFA untuk mengurangi poin lima tim pada kompetisi 2017. Yakni, Madura United, Persegres Gresik United, Persiwa Wamena, Persik Kediri, dan Persepam Pamekasan.

Dari lima klub itu, PSSI hanya menghukum pengurangan poin pada dua tim. Yakni, Madura United dan Gresik United. Hasilnya, PSSI didenda FIFA Rp 426 juta. Bisa jadi, dana dari FIFA akan dipotong 5 persen karena kasus di DRC.

Aji berharap hal tersebut tidak diulangi lagi oleh PSSI. Jangankan dari FIFA DRC yang belum dipenuhi, dari NDRC (National Dispute Resolution Chamber) yang dibentuk PSSI saja masih banyak kasus yang belum dieksekusi. ’’Sejauh ini ada 19 kasus. Kami akan tambahi dua kasus lagi. Semua pemain lokal,’’ bebernya.

Menurut Aji, APPI ingin berdiskusi dengan Ketua PSSI Mochamad Iriawan untuk membahas persoalan yang ada. APPI juga bakal berkomunikasi dengan lawyer dari kedua pemain yang melapor ke FIFA tersebut. Sebab, jika ada kasus yang ditangani FIFA DRC, kebanyakan pemain asing yang bersangkutan tidak mungkin bermain di Indonesia.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads