alexametrics
Liga 3 2019

Ponaryo Astaman: Klub Berkasus di Pengadilan Malah Ikut Kompetisi

7 Oktober 2019, 12:00:51 WIB

JawaPos.com – Urusan tunggakan gaji Persegres Gresik United belum tuntas. Seharusnya tim yang menunggak gaji dilarang tampil di musim berikutnya. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga sudah berkirim surat kepada PSSI agar status Persegres dibekukan.

Tapi anehnya, Laskar Joko Samudro –julukan Persegres– tetap bisa tampil. Tim itu melakoni laga perdana di Liga 3 pranasional kontra Persigo Semeru FC kemarin sore di Stadion Semeru, Lumajang.

Hal tersebut membuat APPI geram. ”Tidak benar ini. Klub bermasalah dan sedang ada kasus di pengadilan malah ikut kompetisi,” ucap General Manager APPI Ponaryo Astaman kepada Jawa Pos.

Ponaryo menegaskan, APPI tak akan tinggal diam. Pihaknya bakal berkomunikasi dengan PSSI dan National Dispute Resolution Chamber (NDRC). APPI mendesak adanya tindakan tegas kepada Persegres. ”Apalagi, kasus itu (tunggakan gaji, Red) sudah berjalan hampir tiga tahun. Seolah tidak ada respek sama sekali kepada pemain. Itu yang kami sesalkan,” tegas mantan kapten timnas Indonesia tersebut.

Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menuturkan, kasus Persegres masih berada di level pengadilan. Menurut dia, APPI memang sudah melaporkan kasus itu kepada PSSI. ”Kami sekarang punya Badan Penyelesaian Sengketa Nasional alias NDRC. Laporan itu seharusnya ke NDRC, nanti diproses di sana,” ungkapnya.

Setelah laporan diproses, kalau memang ada pelanggaran, NDRC akan melaporkannya ke Komdis PSSI. Baru kemudian hukuman yang sesuai dijatuhkan. ”Sejauh ini masih dalam proses. Persegres diperbolehkan berkompetisi karena memang belum ada hukuman dari Komdis PSSI,” terangnya.

Nah, kondisi Persegres yang bermasalah itu berimbas di lapangan. Dalam laga kemarin, Laskar Joko Samudro dihajar empat gol tanpa balas. Empat gol Persigo Semeru FC dicetak Dimas Sukarno (38′), Faisol Yunus (62′), Risky Dwiyan (88′), dan Rizky Dwi (90′). ”Tim lawan sangat mendominasi dan lebih siap menang. Hasil yang sangat mengecewakan,” kata Jamal Yastro, pelatih Persegres.

Semeru FC memang sudah siap tempur. Klub itu mempersiapkan tim sejak enam bulan lalu. Bandingkan dengan Persegres yang baru membentuk tim dua pekan lalu. ”Saya baru memimpin latihan selama tiga kali. Banyak yang harus dibenahi. Yang paling utama soal stamina dan kekompakan tim,” terang Jamal.

Di sisi lain, hasil itu tak lantas membuat Persigo Semeru FC jemawa. ”Masih banyak hal yang harus kami perbaiki ke depan,” kata kapten Persigo Semeru FC Dimas Sukarno. Hal itu diamini sang pelatih, Stefan Keeltjes. Menurut dia, anak asuhnya sempat grogi di menit awal. ”Anak-anak kurang tenang. Tapi wajar karena itu adalah laga perdana,” terangnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/rid/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads