alexametrics
Bursa Transfer Liga 1

Patrich Wanggai Melanggengkan Tradisi Pemain Papua di Persebaya

7 Januari 2020, 14:11:36 WIB

JawaPos.com – Musim lalu Persebaya Surabaya tidak memiliki opsi di ujung tombak. Pada putaran pertama Liga 1 2019, hanya Amido Balde yang menjadi striker murni. Lalu, pada putaran kedua, David da Silva menjadi tumpuan utama dan masih satu-satunya.

Memang, masih ada Osvaldo Haay, tapi itu bukanlah posisi aslinya. Pada putaran bertama, beberapa kali Manuchekhr Dzalilov terpaksa dimainkan sebagai false nine. Atau, pada putaran kedua, terkadang Diogo Campos dimainkan pada posisi itu.

Persebaya Surabaya

Pada musim 2020 tidak lagi. Persebaya akhirnya merekrut striker murni. Dia adalah mantan penyerang Kalteng Putra asal Papua Patrich Wanggai. ”Selamat datang kakak Patrich,” begitu tulis Persebaya di akun Instagram resminya siang tadi.

Dalam tiga musim terakhir, performa Patrich cukup stabil. Mantan kapten tim sepak bola Papua Barat pada PON 2008 tersebut musim lalu bermain dalam 27 pertandingan, mencetak tujuh gol, dan empat assist. Cukup signifikan untuk penyerang lokal di tengah kepungan striker asing di Liga 1.

Sebelumnya, Patrich membela Persib Bandung pada Liga 1 2018 dengan menyumbangkan enam gol. Pada Liga 1 2017, pemain berusia 32 tahun tersebut mencetak enam gol untuk Sriwijaya FC. Musim ini, dia datang ke Persebaya untuk menjadi pelapis bagi Da Silva.

Kehadirannya melanggengkan tradisi pemain Papua yang membela Persebaya. Sejak masih bermain di Liga 2 pada 2017, talenta-talenta Papua mewarnai kiprah Persebaya. Musim lalu, Ruben Sanadi dan Osvaldo Haay menjadi tumpuan. Masih ada juga Elisa Basna.

Editor : Mohammad Ilham


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads