alexametrics
Bursa Transfer Liga 1

Mustaqim Menunggu 21 Tahun untuk Kembali ke Rumah Bernama Persebaya

7 Januari 2020, 17:00:59 WIB

JawaPos.com – Darah hijau mengalir deras dalam tubuh Mustaqim. Dia menjadi bagian kala Green Force menjuarai Perserikatan musim 1987–1988. Kini dia kembali ke Persebaya sebagai asisten pelatih.

Mustaqim masih ingat betul momen itu. Tepatnya pada musim 1998. Dia merupakan asisten pelatih Persebaya. Mendampingi pelatih kepala Rusdi Bahalwan. Sang kapten tim adalah Aji Santoso, bek kiri yang memiliki kemampuan overlap istimewa.

Persebaya Surabaya

’’Dia (Aji) termasuk pemain yang moncer,’’ kata Mustaqim kepada Jawa Pos tadi malam. Nah, 21 tahun berselang, kapten yang pernah turut diarahkan itu kini malah menjadi ’’atasannya’’. Aji adalah pelatih kepala Green Force –julukan Persebaya– saat ini. Sementara itu, Mustaqim masih menduduki posisi yang sama, yakni asisten pelatih.

Ini adalah periode kedua Mustaqim menjabat posisi tersebut. Meski begitu, mantan bomber timnas Merah Putih itu merasa posisi asisten pelatih Persebaya istimewa. Sebab, dia kini menangani tim yang dicintai: Persebaya. Mustaqim memang asli Surabaya. Dia juga merupakan mantan pemain Green Force. Karena itu, begitu tawaran menjadi asisten pelatih datang, Mustaqim tak berpikir ulang. ’’Saya sangat senang. Apalagi saya bisa dekat dengan keluarga,’’ kata pria yang bermukim di Rungkut itu.

Sudah lama Mustaqim menanti tawaran tersebut. Pascamusim 1998 dihentikan karena ada gejolak politik, Mustaqim tak pernah kembali ke Persebaya. Dia malah berkelana ke berbagai klub di Indonesia. Mulai Mitra Kukar, Persela Lamongan, hingga terakhir menjadi asisten pelatih di Persija Jakarta. ’’Saya rasa traveling yang saya lakukan sudah cukup. Sekarang saatnya saya kembali mengabdi untuk Persebaya,’’ beber penggawa Persebaya di era 1985–1989 itu.

Sejatinya, dia pernah mendapat tawaran sebagai asisten pelatih Persebaya pada musim 2018. Tapi, pria yang kerap disapa Abah Taqim tersebut tak berani mengiyakan. Sebab, saat itu dia berstatus asisten pelatih Persija. Menurut dia, ketika itu ada perwakilan manajemen Persebaya yang memintanya bergabung ke Persebaya. ’’Tapi saya bilang, harus izin dulu ke Pak Gede (direktur Persija saat itu). Saya ingin sekali gabung. Tapi, saya kan nggak mau dibilang kemaruk,’’ tutur bapak tiga anak tersebut.

Kini impian Mustaqim yang tertunda sudah terwujud. Dia mengaku sangat senang bisa kembali ke ’’rumahnya’’. ’’Apalagi yang membesarkan saya dalah Persebaya,’’ terangnya. Yang bikin lebih betah, dia bakal bekerja dengan sesama legenda Green Force. Di posisi asisten pelatih ada Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro. Keduanya adalah bagian kala Persebaya juara Liga Indonesia musim 1996–1997.

Dua nama tersebut juga merupakan anak asuhnya pada musim 1998. ’’Buat saya ini juga seperti reuni. Bisa dibilang, darah saya ini ya sangat Persebaya,’’ jelasnya. Bagi Mustaqim, bekerja dengan Bejo dan Uston sebagai pelatih baru kali pertama. Tapi, tidak demikian dengan Aji. Keduanya sangat sering berkolaborasi. Pertama, saat Aji menjadi pelatih timnas U-23 di Asian Games 2014 Incheon dan ajang SEA Games 2015. Kedua, ketika Aji menukangi Persela di TSC musim 2016. ’’Bekerja dengan Coach Aji itu enak. Orangnya pintar. Suasana cair kalau sama dia,’’ tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads