alexametrics
Investigasi Mafia Bola Jawa Pos

Blitar United Bantah Dikendalikan Vigit Waluyo

7 Januari 2019, 14:10:34 WIB

JawaPos.com – Blitar United cuma menempati posisi ketujuh wilayah timur pada Liga 2 2018. Mereka terhenti pada fase pertama. Namun, uniknya, Aceh United yang sukses melaju ke babak delapan besar Liga 2 justru meminjam sepuluh pemain Blitar United plus sang pelatih Bonggo Pribadi untuk mengarungi babak penting tersebut.

Bonggo ditunjuk menggantikan pelatih asal Cile Simon Elissetche pada babak delapan besar. ”Memang kami waktu itu sudah selesai. Lalu, manajer kami memberikan kabar untuk bergabung dengan Aceh United,” kata Bonggo.

Banyaknya pemain yang diboyong sempat menimbulkan spekulasi bahwa Aceh United mendapat bantuan dari Vigit Waluyo melalui Blitar United. Apalagi, saat itu Aceh United mengalami masalah finansial.

Blitar United Bantah Dikendalikan Vigit Waluyo
Vigit Waluyo disebut-sebut menggendalikan Blitar United (Jawa Pos Photo)

Sumber Jawa Pos seorang pengurus penting di sebuah klub Liga 2 membenarkan bahwa Vigit memberikan bantuan kepada Aceh United yang sedang kesulitan. Namun, syaratnya memang harus satu paket. Karena itu, terjadilah ”bedol desa” tersebut.

Aceh United melawan PSMP pada laga terakhir babak 8 besar Liga 2. Saat itu Aceh yang menjadi tuan rumah menang 3-2. Pada pertandingan tersebut, lahir penalti hantu Krisna Adi Darma.

Namun, bantuan Vigit itu dibantah Bonggo. Dia menegaskan, hijrahnya dirinya dan sepuluh pemain tersebut murni untuk membantu Aceh mengarungi babak delapan besar. Sebab, saat itu Aceh kekurangan pemain karena melepas tujuh orang pemain. ”Manajemen (Blitar United) tahu bahwa yang saya bawa memang tim inti. Kalau sudah delapan besar, kan konteksnya harus kasih tim yang terbaik,” kata Bonggo.

Sebenarnya saat itu Bonggo akan memboyong sebelas pemain ke Aceh United. Namun, salah seorang pemainnya, M. Rizky, batal ikut rombongan karena istrinya melahirkan.

Bonggo memastikan bahwa nasib sepuluh pemain yang sempat merapat ke Aceh masih aman dan telah kembali ke Blitar. Skuadnya akan dipertahkan untuk mengarungi kompetisi Piala Indonesia.

Bonggo juga mengomentari salah seorang pemain yang ikut dalam ”bedol desa” tersebut, yakni Yoga Eka Firmansyah Hera. Nama Yoga sempat tercatut dalam usaha pengaturan skor dalam pertandingan PSBK Blitar melawan OTP37 Mamuju. Berdasar pengakuan kapten OTP37 Michael Aditya Wijaya, Yoga menawari uang masing-masing Rp 5 juta kepada lima sampai enam pemain agar OPT37 mengalah.

Namun, Bonggo tidak percaya dengan pengakuan Michael itu. ”Justru saya tahu setelah baca koran. Kemudian, saat ketemu, saya tanya langsung. Dia bilang tidak merasa menelepon. Dia pemain yang baik. Saya selalu percaya dengan pemain saya,” kata Bonggo. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*)

Blitar United Bantah Dikendalikan Vigit Waluyo