alexametrics
Saddam Gaffar soal Dokter Palsu di PSS

Saya Kayak Gini Nggak Bisa Apa-Apa, Terus Mau Latihan Apa?

6 Desember 2021, 11:12:09 WIB

JawaPos.com-Satu per satu pemain yang pernah ditangani ’’dokter’’ Elwizan Aminudin buka suara. Kali ini giliran striker muda PSS Sleman Saddam Emiruddin Gaffar yang menyampaikan kesaksiannya soal pria yang ternyata dokter palsu itu. Berikut wawancara Jawa Pos Radar Jogja dengan Saddam.

Sebagai pemain yang pernah ditangani langsung oleh Amin (sapaan Elwizan Aminudin), bagaimana tanggapanmu soal kasus tersebut?
Saya dari awal memang sudah agak curiga waktu pulang dari timnas. Kan dia pernah di timnas U-18 pas buat persiapan TC ke Thailand. Kalau bahas tentang kesehatan itu kayak selalu mengelak. Seperti nyari pembicaraan lain. Orangnya kayak kurang paham.

Di timnas kamu bersahabat baik dengan Ernando Ari. Apakah dia sempat bercerita soal kejadian yang menimpanya di timnas?
Waktu di timnas Nando terus marah-marah dan curhat ke saya. Tes-tes terus itu dokter nggak jelas.

Karena waktu pulang di timnas harus operasi, malah disuruh nggak operasi. Nah, pas kemarin ada berita itu, dia bilang nggak mau kalau temannya senasib kayak dia dulu. Saya juga baca beritanya yang Bang Leo (Saputra).

Selama ditangani Amin di PSS, apakah ada keanehan yang kamu alami?

Waktu itu pas vaksin. Biasanya kalau dokter kan kayak ikatan dokter itu banyak di Jakarta, kan bisa vaksin di Jakarta. Kenapa harus di Jogja? Waktu itu alasannya di Jakarta vaksin Sinovac habis. Padahal selain Sinovac kan ada yang lebih bagus. Jadi curiganya saya itu, dari hal-hal kecil kayak gitu ada, yang sepele.

Kamu cedera sebelum liga bergulir dan bahkan harus melewatkan seri 1. Saat itu apa yang disampaikan Amin, menurutmu wajar tidak diagnosis yang diberikan?
Saya cedera di kaki kiri pas mau seri 1 di Cibinong, Bogor. Saat itu sudah penguatan, terus seminggu sudah enak ikut latihan. Lalu kedua kena lagi pas buat nendang.

Habis itu sembuh terus sekitar tiga minggu bisa main lawan Persib Bandung di seri 2.

Setelah itu latihan dan kena lagi. Sebenarnya saya sudah minta tes MRI (magnetic resonance imaging, red) waktu cedera yang kedua. Tapi, dokter Amin bilang nggak apa-apa. Bilangnya nggak apa-apa, ini nggak perlu MRI.

Nanti kamu malah gimana-gimana. Saya juga sempat minta MRI sama fisioterapis. Waktu di-acc MRI itu sudah kena yang ketiga kalinya.

Saat ini kamu cedera MCL (medial collateral ligament) pada kaki kirimu. Dalam waktu dekat akan menjalani operasi. Lalu, apakah tindakan operasi itu merupakan saran dari Amin?

Iya dia juga. Saya kan memang minta hasilnya langsung sama dia. Terus dikasih, lalu saya sodorin ke dokter yang saya kenal juga dari Timnas. Katanya bilang operasi saja nggak apa-apa, daripada nanti kumat-kumatan.

Bagaimana menurut kamu keseharian Amin saat di PSS?
Di luar cedera itu, orangnya baik. Tapi ya tergantung dengan siapa. Kadang marah-marah nggak jelas. Waktu di Boyolali pas tim latihan habis saya kena (cedera), kan saya nggak bisa apa-apa.

Saya cuma bisa duduk sambil lihat teman-teman berlatih. Tapi malah dimarahi sama dia. Saya dibilang kamu pemain timnas, harus jadi contoh yang bagus. Lalu, saya jawab, saya kayak gini nggak bisa apa-apa terus mau latihan apa?

Habis itu dia diam terus pergi. Saat itu saya sampai nangis. Terus ada Mas Ega Rizky datang. Dia bilang nggak apa-apa nangis saja. Wong lagi cedera kok disuruh latihan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ard/JPG/c17/ali

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads