alexametrics
SEA Games 2019

Indra Sjafri: Myanmar Beruntung Punya Waktu Recovery Lebih Panjang

6 Desember 2019, 07:00:21 WIB

JawaPos.com – Timnas U-23 Indonesia menghabiskan waktu cukup lama di ruang ganti pemain. Mereka larut dalam euforia kemenangan atas Laos kemarin (5/12). Lebih dari 40 menit mereka di dalam kamar ganti. Teriakan semangat terdengar kencang dari luar ruangan. Saat keluar dari kamar ganti dan berjalan menuju bus jemputan, raut kegembiraan terpancar dari wajah para pemain, ofisial, dan pengurus PSSI.

Wajar jika Indra Sjafri dan pasukannya begitu lega. Sebab, mereka bisa lolos dari ketatnya persaingan di grup neraka. Garuda Muda –julukan timnas U-23– melaju ke semifinal bersama Vietnam yang kemarin bermain imbang 2-2 melawan Thailand. Hasil seri itu cukup untuk menghentikan laju Thailand sekaligus memantapkan posisi Vietnam sebagai juara grup. Sebaliknya, meski pesta empat gol ke gawang Laos melalui Saddil Ramdani (4’), Osvaldo Haay (47’ dan 90+5’’, dan penalti Bagas Adi Nugroho (73’), Garuda Muda harus puas di posisi runner-up.

Evan Dimas Darmono dkk pun tak bisa berlama-lama menikmati euforia. Sebab, Sabtu besok (7/12) mereka sudah harus bertarung di laga semifinal melawan Myanmar. Praktis, Garuda Muda hanya punya waktu satu hari untuk recovery sekaligus persiapan melawan Myanmar. Bandingkan dengan Myanmar yang punya recovery lebih panjang lantaran sudah menuntaskan laga terakhir grup A sejak Senin (2/12). Praktis, Myanmar jauh lebih bugar ketimbang timnas. Apalagi, kuantitas laga di grup A lebih sedikit ketimbang grup B. Grup A hanya diisi lima negara. Artinya, Myanmar hanya melakoni empat pertandingan di fase grup. Sementara itu, timnas harus melakoni lima laga di fase grup.

”Myanmar beruntung punya waktu recovery lebih panjang. Tapi, bukan itu fokus kami,” ujar Indra. Indra lebih berkonsentrasi buat pemulihan fisik skuad Garuda Muda. ”Pertandingan hari ini (kemarin, Red) sudah kami lakoni dengan sangat baik walaupun pada babak pertama nggak berjalan sempurna,” lanjut mantan pelatih Bali United tersebut. ”Maklum, ada beberapa yang sudah bermain lima kali dan ada dua pemain yang masih cedera. Selain itu, pertandingan berjalan panas,” ujarnya.

Jeda waktu sehari menjelang semifinal akan dimanfaatkan betul oleh Evan Dimas dkk. ”Myanmar saya tak banyak tahu. Yang jelas, kami para pemain semua pede dan siap untuk menghadapi mereka,” terang bek Andy Setyo.

Sementara itu, pelatih Laos Varadaraju Sundramoorthy menilai Indonesia punya kualitas yang lebih bagus. ”Tetapi, kami juga kurang beruntung. Dua gol dari tendangan bebas dan sekali penalti,” kata pelatih asal Singapura tersebut. Pelatih yang pernah merumput bersama FC Basel itu juga menjagokan Indonesia di semifinal. ”Saya doakan yang terbaik buat Indonesia di semifinal,” tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nap


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads