alexametrics
Timnas Indonesia

Luis Milla dan Shin Tae-yong Kandidat Kuat Pengganti McMenemy

6 November 2019, 15:26:48 WIB

JawaPos.com – Ketua umum PSSI baru, pelatih timnas juga baru. Itulah yang bakal terjadi. Rapat Exco PSSI kemarin memutuskan, pada 2020 Tim Garuda akan punya nakhoda baru.

Dua nama menjadi kandidat. Yang pertama adalah Luis Milla, mantan pelatih timnas Indonesia. Nama kedua adalah eks pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong. ’’Ada nama-nama lain masuk, tapi tidak mudah ya. Sebab, saat dikontak oleh sekjen, yang bersangkutan minta waktu hingga akhir November,’’ beber Ketum PSSI Mochamad Iriawan ketika ditemui Jawa Pos setelah rapat exco di kantor PSSI, Gedung FX Sudirman, kemarin (5/11).

Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– mengatakan bahwa pada 2020, sangat mungkin timnas tidak lagi menggunakan jasa Simon McMenemy. Itu berarti tidak perlu menunggu kontrak pelatih asal Skotlandia tersebut selesai pada akhir 2020. ’’Kalau sudah dapat, langsung saja. Tapi, sesuai aturan untuk lakukan pemutusan kontrak agar yang bersangkutan tidak komplain,’’ terangnya.

Yang jelas, berkaitan dengan pelatih baru, Iwan Bule berharap agar masyarakat bersabar. Dia menyatakan tidak ingin mengontrak pelatih layaknya beli kucing dalam karung. Pria yang juga sekretaris utama Lemhanas itu ingin mendengar secara langsung pemaparan program-program pelatih yang akan dikontrak oleh PSSI. ’’Akhir November baru bisa ketemu kami. Tidak hanya memaparkan ke saya, tapi juga di hadapan exco. Bahkan, pelatih dalam negeri nanti kami minta arahan dan masukan,’’ ucapnya.

Nah, dari pemaparan itu, jika ada beberapa nama di luar Milla dan Tae-yong yang lebih bagus, PSSI tidak akan menutup kemungkinan untuk mengalihkan perhatian. Kalau ada pelatih dalam negeri lebih bagus, Iwan Bule lebih senang. ’’Nanti dilihat siapa yang terbaik,’’ ujarnya.

Menghadapi Malaysia (19/11), bisa jadi pertandingan terakhir McMenemy sebagai juru taktik timnas. ’’Yang paling penting harus mencari yang tepat karena pelatih baru harus terus melatih sampai 2021. Kalau salah pilih, kasihan timnasnya,’’ bebernya.

Pria 57 tahun itu menambahkan, rapat exco kemarin, selain membahas pelatih baru, memutuskan beberapa hal lain. Yang pertama adalah soal kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Juga mengenai VAR dan soccer camp.

Pembahasan mengenai VAR dan soccer camp cukup menarik. Iwan Bule menambahkan, soal VAR, PSSI sedang mempersiapkan SDM-nya. Awal tahun depan dimulai pelatihan untuk para wasit sehingga akhir tahun sudah bisa dilaksanakan di sepak bola Indonesia. ’’Kalau alatnya banyak, bisa dipakai. Tapi, SDM yang memakai VAR tersebut masih kurang,’’ terangnya.

Mengenai soccer camp, PSSI berencana menggunakan tanah milik anggota exco Peter Tanuri di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Tanah seluas 8 hektare akan dibangun soccer camp untuk timnas. ’’Entah dicicil atau hibah, saya belum tahu. Yang penting ambil dulu,’’ tuturnya.

Sebab, jika PSSI tidak segera punya lahan hingga akhir tahun, FIFA tidak akan mencairkan dana bantuan kurang lebih Rp 40 miliar. Iwan Bule tidak mau dana bantuan tersebut hangus begitu saja. ’’Dipakai atau tidak, dijadikan dulu soccer camp itu. Kami akan bangun tempat latihan di sana,’’ katanya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads