alexametrics
Liga 1 2020

Bonek Bergerak Lagi, Minta Pemkot Izinkan Persebaya Main di Surabaya

6 Januari 2020, 07:30:25 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya belum memiliki home base untuk musim depan. Manajemen sempat berharap Persebaya bisa bermain di Stadion Gelora Bung Tomo atau Gelora 10 November. Tapi, pihak pemkot menolak memberikan izin.

Kondisi itu membuat Bonek gerah. Mereka melakukan konsolidasi di Wisma Persebaya kemarin malam. Aksi dipimpin pentolan Bonek Andi Peci. Menurut dia, tak adanya izin dari pemkot juga berawal dari perselisihan soal Wisma Persebaya. Saat ini, Wisma Persebaya tengah disengketakan Pemkot Surabaya dan PT Persebaya Indonesia.

Persebaya Surabaya

Sengketa itu bahkan sudah masuk meja hijau. ’’Kami berharap ada musyawarah mufakat sesuai kultur Surabaya. Mes seharusnya tidak perlu disengketakan,’’ tegas Andi Peci. Menurut dia, Wisma Persebaya hanya perlu dikembalikan ke fungsi awal. ’’Fungsi awalnya untuk apa? Kan untuk kompetisi internal Persebaya,’’ tambahnya.

Andi tak meminta tanah Wisma Persebaya diserahkan ke PT Persebaya Indonesia. ’’Kami hanya minta pengelolaannya dikembalikan ke Persebaya. Kami bukan menuntut hak milik,’’ tegasnya. Dia menambahkan, selama ini pihak Bonek tidak pernah diajak diskusi soal Wisma Persebaya. ’’Kami harap harapan kami terpenuhi. Kalau tidak, kami bisa lakukan aksi yang lebih besar,’’ ucapnya.

Bukan hanya soal Wisma Persebaya. Bonek juga meminta pemkot bisa memberikan izin untuk Persebaya bermain di Surabaya. Andi ingin 17 laga home Persebaya di Liga 1 2020 bisa dihelat di Surabaya. ’’Entah itu di GBT atau di Gelora 10 November,’’ katanya.

Apalagi, Persebaya akan bermain di ajang ASEAN Cup 2020. Bonek jelas berharap Persebaya bermain di Surabaya. Jika bermain di Surabaya, animo Bonek dipastikan akan berlipat. ’’Persebaya ini kan main di level ASEAN. Sayang kalau tidak main di Surabaya. Hal-hal seperti itu harusnya juga dipikirkan,’’ tambah Andi.

Sejatinya, izin pemakaian lapangan sudah dibicarakan di kalangan dewan dan pemkot. Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony menilai pemkot dalam posisi sulit saat ini. Akan ada banyak protes dari Bonek karena mereka tak bisa melihat Persebaya di kota sendiri. Di sisi lain, pemkot juga tak punya waktu banyak untuk membangun sarpras penunjang Piala Dunia U-20 2021. ’’PSSI bisa mencoret Surabaya dari kota penyelenggara Piala Dunia jika fasilitasnya tidak sesuai standar,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kabid Sarpras Dispora Surabaya Edi Santoso mengungkapkan, pemkot harus menyediakan lima lapangan untuk latihan negara peserta Piala Dunia. Tiga lapangan itu adalah Gelora Bung Tomo, Gelora 10 November, dan Lapangan Karanggayam. ’’Dua lagi harus dibangun di sisi utara GBT,’’ ucapnya.

Dalam proses pembangunannya, rumput stadion harus diganti. Nah, penggantian rumput dan perawatan membuat lapangan tidak bisa digunakan untuk kompetisi. Termasuk Stadion Gelora 10 November.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/tom


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads