alexametrics
Liga 1 2019

Kena Sanksi FIFA, Semen Padang Janji Segera Lunasi Tunggakan

5 Desember 2019, 16:00:24 WIB

JawaPos.com – FIFA sudah mengeluarkan sanksi buat Semen Padang dan Tira Persikabo. Dua klub Liga 1 itu tak boleh melakukan aktivitas transfer selama tiga periode atau hingga Juni 2021. Sanksi tersebut dijatuhkan karena kedua klub masih punya tunggakan dengan mantan pemainnya. Tira Persikabo dikabarkan menunggak gaji Elio Martins di Liga 1 2017. Sementara itu, Semen Padang belum membayar kompensasi buat pemain asing yang mereka datangkan pada awal musim 2019 Tristan Koskor.

Semen Padang menyadari beratnya sanksi yang mereka terima. Namun, saat ini mereka belum memiliki dana untuk membayar kompensasi Tristan setelah dicoret dari tim. Nominalnya mencapai Rp 300 juta. ’’Kami tidak tahu kapan bisa membayarnya. Yang jelas secepatnya kami lunasi,’’ tutur Manajer Semen Padang Hermawan Ardiyanto kepada Jawa Pos kemarin.

Semen Padang

Dia menyadari hukuman dari FIFA bakal berdampak buruk buat tim. ’’Tapi bagaimana lagi. kami sekarang masih fokus bertahan di Liga 1. Kami berfokus menyelesaikan empat pertandingan sisa dengan kemenangan,’’ bebernya.
Hendrawan menegaskan, persoalan Semen Padang dengan Tristan terjadi saat dirinya belum menjabat manajer. ’’Saya baru diangkat pertengahan musim. Saya harus koordinasi dulu dengan pengurus lama, kenapa ini bisa terjadi, lalu akan menyelesaikan secepatnya,’’ terangnya.

Public and Relations Manager LIB Hanif Marjuni menjelaskan, jika tidak segera membayar kompensasi, kedua tim tidak boleh mendaftarkan pemain baru dalam kurun waktu 1,5 musim. Artinya, dalam tiga periode bursa transfer, kedua tim tidak akan punya pemain baru. ’’Jendela transefer pembukaan musim depan, pertengahan musim, dan jendela transfer pembuka di musim selanjutnya. Pasti sangat berpengaruh terhadap prestasi,’’ ungkap Hanif.

Kemenpora juga ikut menyoroti. Sesmenpora Gatot S. Dewabroto menuturkan, seharusnya kasus tersebut tidak sampai ke telinga FIFA. ’’Kan Indonesia ini mau jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, malu rasanya dengan FIFA. Harusnya internal dulu diselesaikan, tidak perlu sampai ribut-ribut ke FIFA,’’ kecam Gatot.

Gatot juga menyoroti kinerja Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Sebab, pemerintah sudah menyerahkan kepada BOPI untuk mengawasi penyelenggaraan kompetisi Liga 1. Termasuk tunggakan gaji.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads