JawaPos Radar | Iklan Jitu

Saddil Berstatus Tersangka, Menpora: Saya Tidak Ikut Campur

05 November 2018, 19:43:25 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Saddil Ramdani, Menpora, Imam Nahrawi, Menpora Imam Nahrawi, Timnas Indonesia
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi usai menghadiri kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB), Senin (5/11). Menpora menyebut kasus Saddil sudah masuk ranah hukum (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi ikut angkat bicara terkait kasus yang menimpa salah satu pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani. Namun, dirinya tidak ingin ikut campur dengan masalah tersebut karena sudah masuk dalam ranah hukum.

"Itu kan soal ranah hukum ya tentu saya nggak bisa mencampuri itu. Tetapi Saddil Ramdani adalah pesepak bola yang sangat potensial yang telah memberi banyak perubahan bagi timnas kita kemarin," ujarnya saat menghadiri kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB), Senin (5/11).

Mantan anggota DPR Komisi VII itu mengatakan, dengan adanya kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran penting sekaligus menjadi semangat bagi pemain Persela Lamongan tersebut. "Tentu kita semua masih butuh tenaganya, butuh perjuangannya," kata dia.

Ketika ditanya terkait apakah ada perlindungan terhadap Saddil, Imam mengaku jika hal itu sudah masuk ke ranah individu. "Ya, kami juga harus memilah ya perlindungan semacam apa. Tapi kalau soal yang terkait dengan tindakan-tindakan individual yang kemudian berakibat ke pidana atau perdata itu tentu soal individu," terangnya.

Namun, jika untuk perlindungan lain seperti soal asuransi, kesehatan, dan pendidikan, tentunya itu yang akan terus menerus dilakukan dengan baik. "Kemarin banyak pemain Timnas U-16 itu juga dapat bonus dari pemerintah, U-19 juga," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Saddil resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan yang diketahui sebagai mantan pacarnya. Pemain 19 tahun itu diduga telah menganiaya ASR, 19, warga Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Insiden itu terjadi di belakang mess Persela di jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Nomor 28, Lamongan, pada Rabu (31/10) malam WIB, sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, Saddil baru kembali ke Persela seusai memperkuat Timnas U-19 Indonesia di ajang Piala Asia U-19.

ASR datang ke mess Persela sekitar pukul 18.30 WIB dan sengaja hendak menemui Saddil. Dia ingin meminta ponselnya yang dibawa Saddil. Saat itu sempat terjadi adu mulut antara mereka. Saddil yang terbawa emosi lantas mencakar wajah ASR.

Saddil pun dilaporkan ke Polres Lamongan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Saddil akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lamongan pada Jumat (2/11) pagi. Sebab, korban mengalami luka robek di bawah mata sebelah kanan yang ditengarai akibat cakaran Saddil.

Polisi menjerat Saddil dengan Pasal 351 junto Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan. Sejak saat itu, Saddil resmi menghuni Polres Lamongan dan tidak bisa memperkuat Persela yang bermain menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Surajaya, Jumat (2/11) malam. Namun, saat ini penahanan Saddil sudah ditangguhkan.

Karena kasus ini, Saddil dicoret dari Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Sebelumnya, alumnus Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) tersebut sempat masuk dalam 23 pemain yang dipilih pelatih Bima Sakti.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up