alexametrics

Satgas Dalami Pemberi Perintah Perusakan Dokumen Milik Persija

5 Februari 2019, 08:56:44 WIB

JawaPos.com – Satgas Antimafia Bola telah memastikan kalau dokumen yang dirusak sebelum melakukan penggeledahan di Rasuna Office Park DO-07 adalah laporan keuangan milik Persija Jakarta. Kini Satgas tengah mendalami siapa aktor yang memberi perintah untuk melakukan perusakan dokumen tersebut.

Satgas Antimafia Bola mulai menemukan titik terang terkait dokumen yang dirusak di Rasuna Office Park DO-07 ketika dilakukan penggeledahan pada 31 Januari kemarin. Dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lokasi, dokumen itu diketahui merupakan laporan Keuangan milik klub Liga 1, Persija Jakarta.

Seperti diketahui, Rasuna Office Park DO-07 merupakan bekas kantor PT Liga Indonesia. Ini merupakan operator kompetisi sepak bola nasional yang terakhir bergulir pada 2015. Saat ini, kantor tersebut digunakan oleh dua pihak. Yakni Marketing Persija dan salah satu event organizer.

satgas antimafia bola
Pemberi perintah perusakan dokumen Persija akan terus didalami Satgas Antimafia Bola. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Syahar Diantono membenarkan bahwa dokumen yang dirusak tersebut memang laporan keuangan milik Macan Kemayoran-julukan Persija. Dokumen itu dirusak oleh karyawan PT Liga Indonesia sesaat sebelum penyidik datang. ’’Mereka ada di dalam dan langsung melakukannya (merusak),’’ ujarnya.

Satgas Antimafia Bola memang sempat menginterogasi salah satu Office Boy bernama Bang Mus ketika penggeledahan berlangsung. Bang Mus juga sempat dibawa ke Mapolda Metro untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara, Bang Mus inilah yang jadi pelaku perusakan dokumen tersebut.

Lalu dari mana Bang Mus masuk? Syahar memang tidak menjelaskan secara detail. Namun, tampaknya pelaku tersebut masuk melalui pintu ‘rahasia’  yang ada di Rasuna Office Park DO-07. Pintu yang langsung menembus ke lift Tower 9. Sebab, dua pintu utama sudah disegel pada malam sebelumnya (30/2). Sebelum satgas melakukan penggeledahan.

Apalagi, ada dugaan sabotase oleh beberapa pegawai di Rasuna Office Park DO-07. Sebab, hanya kantor tersebut yang ruangannya padam pada hari penggeledahan. Kantor lain di sebelahnya menyala.

Dugaan sabotase itu muncul dengan ditemukannya Surat Pemberitahuan Resmi dari PLN. Dalam surat tersebut, tertulis akan ada gangguan listrik pada 30 Januari. Padahal penggeledahan terjadi pada 31 Januari. Harusnya, listrik Rasuna Office Park DO-07 sudah menyala saat digeledah.

Tim Penggeledahan di Rasuna Office Park DO-07 yang dipimpin oleh AKBP Dedy Murti memang sempat meminta keterangan terkait padamnya listrik ketika penggeledahan. Yakni dari penanggungjawab Rasuna Office Park DO-07 dan security setempat. Tapi dari keterangan yang didapat, kantor Rasuna Office Park DO-07 memang mengalami masalah listrik usai pemadaman dari PLN itu.

Syahar enggan membeberkan dengan pasti. Yang jelas pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif mengenai hal tersebut. Termasuk tahun yang tertera di dokumen keuangan Persija yang dirusak itu.

’’Kami masih dalami dulu. Yang jelas perusakan itu benar ada. Ada kesengajaan menghilangkan dokumen,’’ paparnya.

Hal senada juga dikatakan Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal. Dia menuturkan, dari penjelasan saksi, pihaknya mendapatkan info bahwa perusakan yang dilakukan bukanlah inisiatif sendiri. Artinya, ada pihak yang menyuruh untuk melakukan perusakan. ”Beberapa saksi membenarkannya,” jelasnya.

Perbuatan perusakan barang bukti tersebut membuat penyidik mendalami siapa pemberi perintah. Lalu, apa yang disembunyikan dalam laporan keuangan yang telah dirusak tersebut. ”Perbuatan perusakannya ada, tapi perlu lebih dalam,” ungkapnya.

Apakah ada peran Joko Driyono dalam perusakan itu? Dia menjelaskan, untuk pengembangan kasus itu pihaknya akan memanggil sejumlah saksi. Tidak hanya Jokdri –sapaan Joko Driyono- yang akan dipanggil untuk mengkonfirmasi perusakan itu.

”Bukan hanya beliau,” ujarnya. Ini berarti tidak menutup kemungkinan ada pemanggilan yang dilakukan kepada Persija selaku pihak yang memiliki dokumen keuangan tersebut.

Sementara itu, Chief Operation Officer (COO) Persija Rafil Perdana enggan berkomentar banyak. Baginya, penjelasan yang diinginkan oleh Jawa Pos itu bukanlah ranahnya. ’’Saya hanya mengurusi operasional klub, silahkan tanya pak Dirut (Gede Widiade) saja,’’ ucapnya.

Jawa Pos sempat mencoba menghubungi Gede Widiade. Baik melalui WhatsApp ataupun telepon. Namun, tidak ada respons sama sekali dari pengusaha asal Surabaya tersebut.

Sumber internal kepolisian mengatakan ada dugaan dokumen tersebut memang berkaitan dengan pengaturan skor. Ada sejumlah dokumen pembayaran untuk memuluskan pengaturan skor.

’’Tapi karena sudah hancur lebur ya sulit (diketahui) apa isinya. Saksi juga tidak tahu, hanya diperintah saja. Dalam keadaan gelap juga menghancurkannya,’’ tegas sumber tersebut.

Dia tidak menampik jika nama Jokdri jadi target utama penyuruh perusakan oleh saksi itu. Sebab, akses masuk ke ‘pintu rahasia’ itu hanya Jokdri yang punya. Selain itu, Jokdri juga merupakan pemilik saham terbesar di Persija saat ini melalui PT Persija Indonesia Hebat.

’’Dalam waktu dekat pasti ada pemanggilan. Toh dia juga tinggal di sana,’’ ujarnya. 

Editor : Agus Dwi W

Reporter : (rid/idr)

Satgas Dalami Pemberi Perintah Perusakan Dokumen Milik Persija