alexametrics
Liga 1 2019

Kei Hirose, Gelandang Energik Persela asal Jepang yang Doyan Nasgor

4 Agustus 2019, 17:00:19 WIB

JawaPos.com – Tidak mudah beradaptasi di negara baru. Hal itulah yang dirasakan gelandang Persela Lamongan berkebangsaan Jepang Kei Hirose. Meski sempat kesulitan, kini dia mulai terbiasa.

Napas Kei Hirose masih terengah-engah saat Jawa Pos mendatanginya di ruang ganti Stadion Surajaya, Lamongan. Ketika itu, dia baru saja membawa Persela menang 2-0 atas Bali United (18/7). Meski lelah, pemain 23 tahun tersebut tampak santai. Dia kemudian memulai obrolan.

Persela Lamongan

Pemain yang cukup lama berkiprah di persepakbolaan Jerman itu mengungkapkan, dirinya mulai merasa nyaman dengan atmosfer sepak bola Indonesia dan lingkungan tempatnya berada.

Hirose mengaku sempat kesulitan adaptasi. Yang paling kentara adalah soal makanan. Saat awal datang, pemain yang terakhir berkompetisi di Liga Malta bersama Mosta FC itu sama sekali tak doyan makanan Indonesia. Bahkan, awal Juni lalu, dia sempat harus pulang ke Jepang selama dua pekan untuk beristirahat dan berobat karena salah memilih menu makanan. Pelatih Persela saat itu, Aji Santoso, mengatakan, dalam tubuhnya ada bakteri karena faktor makanan.

Tapi, situasi itu tak berlangsung lama. Perlahan perut Hirose bisa menerima masakan Indonesia. Awalnya, dia mencoba nasi goreng. Dia memesan setiap pergi ke restoran atau rumah makan. Alasannya sederhana. Nasi goreng selalu ada dalam setiap menu restoran yang dia datangi. ’’Setelah saya coba, ternyata lumayan enak,” katanya.

Akhirnya, Hirose mulai ketagihan. Lidahnya semakin terbiasa. Begitu pula dengan adaptasi lingkungan. Saat ini, Kei tinggal di Surabaya. Sama dengan pemain asing Persela lainnya. Pemain kelahiran 20 November 1995 itu mengaku cukup senang. ’’Saya sudah sekitar enam bulan tinggal di Surabaya. Tak ada masalah,” terangnya. Jarak Surabaya dan Lamongan yang lumayan jauh juga tak jadi kendala.

Tinggal bersama pemain asing lainnya membuat Hirose senang. Saat butuh teman, dia tinggal mendatangi rekan lainnya. Yang bikin Hirose lebih betah tentu saja atmosfer sepak bola di Indonesia. Menurut dia, hampir semua orang mengenalnya. Hal yang tak dirasakannya saat berseragam Mosta FC di Liga Malta.

Karena itu, Hirose merasa keputusan pindah ke Persela tak salah. Saat kontraknya di Mosta FC tuntas, dia langsung dihubungi sang agen. ’’Saya ditawari ke Persela. Saya langsung jawab iya,” terangnya. Alasan pertama, Hirose memang ingin bertualang ke Asia. Kedua, tim-tim di Indonesia dinilai memiliki suporter yang fanatik. ’’Itu yang membuat saya termotivasi untuk tampil bagus,” tambah pemain bernomor punggung 8 itu.

Sejauh ini, Hirose selalu menjadi pilihan utama. Baik saat Persela ditangani Aji Santoso maupun kini diasuh Nil Maizar. Hirose selalu turun sebagai starter dalam 11 laga Persela di Liga 1. Total, dia mencatatkan 14 intersep dan 3 sapuan. Meski begitu, Hirose enggan berpuas diri. ’’Saya harus tetap menjaga konsentrasi, karena tim juga belum berada di posisi yang bagus. Saya harus tampil lebih baik,” bebernya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads