alexametrics
Liga 1 2019

Bali United Juara berkat Profesionalisme yang Dibangun lewat ”ATM”

3 Desember 2019, 10:47:24 WIB

JawaPos.com – Sebelum Bali United, sudah ada beberapa wakil Bali di strata teratas kompetisi tanah air. Baik dari klub eks Perserikatan maupun bekas tim Galatama.

Tapi, belum satu pun yang pernah merebut gelar liga. Bali United berhasil memecahkan kebuntuan panjang itu.

Menyusul kemenangan 2-0 atas tuan rumah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, kemarin, tim itu memastikan diri menjuarai Liga 1 dengan masih menyisakan empat laga.

Padahal, saat meneken kontrak sebagai pelatih, Stefano ”Teco” Cugurra mengaku hanya dibebani target masuk lima besar. ”Tapi, saya lihat tim ini mampu lebih dari itu. Beberapa pemain mental juara saya ajak bergabung, termasuk mantan pemain Persija,” beber pelatih asal Brasil yang musim lalu mengantarkan Persija Jakarta merebut gelar yang sama itu.

Menurut Teco, tidak ada kiat-kiat khusus untuk membuat Bali United jadi juara. Tim tersebut dia anggap sudah punya DNA juara. Manajemennya profesional, stafnya solid, dan materi pemainnya bagus.

Bali United

Ada proses panjang di balik kesuksesan Bali United musim ini. Proses tersebut dimulai ketika pengusaha Pieter Tanuri mengakuisisi Persisam Putra Samarinda, lalu mengubahnya jadi Bali United pada 15 Februari 2015.

Dari sini, ambisi Pieter menjadikan Bali United sebagai klub profesional dimulai. Beberapa langkah penting diambil. Salah satunya, kontrak jangka panjang home base. Stadion Kapten I Wayan Dipta pun dikontrak 15 tahun. Itu dilakukan agar bisa bisa jor-joran merenovasi kandang mereka itu menjadi berstandar internasional.

Setelah itu, megastore di stadion pun dibangun dan dibuka pada 2016. Sponsor lantas berdatangan dan keuangan Bali United kian stabil.

Pada 2017 Bali United mendatangkan beberapa bintang. Sebut saja Irfan Bachdim, Marcos Flores, hingga Sylvano Comvalius. Di musim ini juga Bali United menyandang status ”juara tanpa mahkota”. Sebab, poinnya sama dengan jawara Liga 1 Bhayangkara FC. Hanya kalah head-to-head oleh Bhayangkara.

Manajemen Bali United tidak menyerah. Berbagai inovasi dilakukan untuk menjadikan Serdadu Tridatu –julukan Bali United– tim paling profesional di Indonesia. Selain mempercantik Stadion I Wayan Dipta dan membangun kafe di sana pada 2018, Bali United membuka layanan tur stadion. Selain itu, Bali United melakukan IPO (penawaran saham perdana) tahun ini.

”Kami juga benar-benar membuat Bali United ini jadi sesuatu yang bisa dijual. Dana dari merchandise, tiket, dan sponsor kami gunakan untuk membangun tim,” ujar CEO Bali United Pieter Tanuri kepada Jawa Pos kemarin (2/12).

Dia berujar, pihaknya berkaca pada klub-klub besar di Eropa. Pieter juga mengaku belajar dari sejumlah klub lokal. Misalnya Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Arema FC. ”Kami langsung ATM, amati, tiru, dan modifikasi. Kami lakukan sesuai dengan target kami,” bebernya.

Kunci penting lain adalah kerja keras. Juga dukungan menggelora dari suporter. (rid/c11/ttg)

Editor : Ilham Safutra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads