alexametrics
Liga 1 2019

Rusuh Persik vs PSIM, Puluhan Suporter Terluka, Puluhan Motor Rusak

3 September 2019, 10:00:46 WIB

JawaPos.com – Kerusuhan antarsuporter pecah di akhir laga Persik Kediri kontra PSIM Jogjakarta pada pekan ke-13 Liga 2 wilayah timur di Stadion Brawijaya, Kediri, kemarin (2/9). Setidaknya 20 suporter dilarikan ke rumah sakit (RS) karena terkena lemparan batu. Baik dari kubu Persikmania (pendukung Persik) maupun Brajamusti (suporter PSIM).

”Di semua rumah sakit. Di RSUD Gambiran, Bhayangkara, juga Aura Syifa (Kecamatan Ngasem, Red). Rata-rata luka bocor,” kata Widodo dari panpel Persik kemarin.

Kericuhan yang dimulai dari dalam stadion itu merembet ke luar. Bahkan, kerusakan juga terjadi di Tirtoyoso Park yang berada di sebelah utara stadion. Puluhan motor dirusak.

Aksi lempar batu dua kubu suporter terjadi pada menit ke-90. Saat itu Persik unggul 2-0 atas PSIM. Sebelum peluit panjang dibunyikan, terlihat Brajamusti mulai melempari Persikmania yang ada di tribun utara dengan batu.

Setelah itu situasi semakin tidak terkendali. Meski panpel sudah memperingatkan, lemparan batu masih terjadi di sisi utara. Beberapa suporter menjadi korban. Mereka dilarikan ke RS dengan luka bocor di kepala.

Ketegangan tidak berhenti di situ. Setelah suasana di dalam stadion mulai kondusif, suporter justru melanjutkan aksi lempar-lemparan di luar. Tepatnya di depan Taman Rekreasi Tirtoyoso. ”Tirtoyoso dirusak,” ucapnya.

Sebenarnya, ungkap Widodo, pertandingan berjalan aman hingga menjelang peluit panjang dibunyikan. ”Tidak ada kericuhan. Di lapangan pemain juga tidak ada gesekan,” beber pria yang akrab disapa Widodo Hunter itu.

Widodo mengaku tidak mengetahui persis pemicu kericuhan di tribun utara. Namun, yang pasti, aksi saling lempar tersebut berlangsung cepat. Dari pantauan koran ini, aksi saling lempar kecil itu mulai terjadi di akhir babak kedua.

Soal batu yang masuk stadion, Widodo tidak mengetahui. Yang jelas, sejak awal panpel melarang benda-benda seperti batu, botol, dan pentungan masuk stadion. ”Kami juga kaget kenapa tiba-tiba bisa ada batu di dalam,” ujarnya.

Kejadian tersebut membuat Persik dan PSIM merugi. Widodo mengatakan, Persik bisa dijatuhi sanksi. Kepolisian juga bisa tidak memberikan izin pertandingan kandang di Stadion Brawijaya. ”Kami semua rugi. Manajemen Persik maupun PSIM,” cetusnya.

Di luar kericuhan, Persik dan PSIM sebenarnya menampilkan permainan yang apik sejak awal laga. Kedua tim berani bermain cepat dan terbuka. Di babak pertama, Macan Putih (julukan Persik) lebih banyak menciptakan peluang. Namun, sampai turun minum, skor masih kacamata.

Di babak kedua, permainan Persik semakin trengginas. Mereka melakukan serangan dari sisi kanan, kiri, maupun tengah. Puncaknya, pada menit ke-60, Septian Satria Bagaskara berhasil menceploskan gol setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi bek dan kiper PSIM.

Lima menit berselang, Bagas kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi kiper I Putu Pager Wirajaya melakukan kesalahan. Tendangan keras kaki kiri Edo Febriansyah di sisi kanan yang lepas langsung disambar striker bernomor 10 itu di depan gawang.

Asisten pelatih Persik Alfiat memuji permainan skuadnya. Sejak babak pertama, Faris Aditama dkk sudah bermain bagus. Hanya, gol baru tercipta di babak kedua. ”Yang membedakan, di babak kedua anak-anak lebih semangat. Akhirnya kami bisa membuka gol,” ujarnya.

Sementara itu, arsitek PSIM Aji Santoso tidak bisa menyembunyikan kekecewaan. Menurut dia, kekalahan tersebut disebabkan kesalahan pemain belakang dan blunder kiper. ”Tadi dilihat sendiri, bola lepas dari tangkapan kiper,” katanya kemarin.

Aji mengungkapkan, PSIM akan mendatangkan kiper dan bek baru pada 5 September. ”Kami butuh pemain berkualitas di lini belakang. Kami sudah siapkan di posisi penjaga gawang dan stoper,” ucapnya.

Raihan tiga angka itu membuat Persik naik ke posisi kedua klasemen sementara wilayah timur Liga 2 dengan 20 angka. Anak asuh Budiardjo tersebut menempel PSIM di posisi puncak dengan selisih satu poin saja.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : baz/fud/nia/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads