alexametrics
Liga 1 2019

Tanpa Hansamu dan Dutra Ketika Menjamu Madura United Pekan Depan

3 Agustus 2019, 16:00:27 WIB

JawaPos.com – Djadjang Nurdjaman akhirnya bisa bernapas lega. Posisinya sebagai pelatih Persebaya Surabaya kembali aman. Itu tak terlepas dari kemenangan tipis atas Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya (2/8). Gol semata wayang Irfan Jaya pada menit ke-32 mengunci kemenangan 1-0 Persebaya.

Kemenangan yang sangat melegakan. Maklum, itu adalah tiga poin pertama yang diraih Green Force –julukan Persebaya– dalam enam laga terakhir. Kemenangan tersebut juga mengerek posisi Persebaya ke tangga kelima dengan koleksi 17 angka.

Persebaya Surabaya


Karena itu, Djadjang sangat bersyukur. Menurut dia, hasil itu tak terlepas dari motivasi anak asuhnya untuk bangkit. ”Ada banyak tekanan, tapi anak-anak tampil luar biasa,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Kapten tim Ruben Sanadi juga lega dengan hasil tersebut. ”Kemenangan ini kami persembahkan demi coach (Djanur),” ujar Ruben.

Dia menambahkan, kemenangan itu membuat mental rekan-rekannya terkerek. ”Ini menjadi modal bagi kami untuk menatap laga selanjutnya,” imbuh pemain 32 tahun tersebut.

Setelah ini Green Force menghadapi Madura United (Sabtu, 10/8). Masalahnya, Persebaya terancam krisis di lini pertahanan. Duo stoper Hansamu Yama dan Otavio Dutra dipastikan absen. Hansamu menerima kartu merah setelah menarik baju wasit Fariq Hitaba di akhir laga. Sedangkan Dutra sudah menerima tiga kartu kuning.

Praktis, posisi stoper hanya menyisakan Andri Muliadi dan M. Syaifuddin. Hal tersebut sangat mungkin memaksa Djanur mengembalikan Rachmat ”Rian” Irianto ke posisi semula, yakni stoper.

Namun, keputusan itu sejatinya cukup berat. Apalagi, performa Rian sebagai gelandang jangkar di beberapa laga terakhir cukup apik. Tapi, Djanur tak mau ambil risiko. Apalagi, Andri Muliadi belum pernah turun di Liga 1 musim ini lantaran kondisinya kurang fit. ”Kondisi Andri sudah membaik. Ada progres. Tapi, tetap opsi untuk bek tengah ada tiga, yakni Rian, Syaifuddin, dan Andri. Tinggal lihat nanti siapa yang siap,” terang pelatih 60 tahun itu.

Ruben sejatinya juga sempat mengalami cedera pada otot paha kanan melawan Persipura. Dia bahkan harus digantikan Novan Sasongko (72’). Untung, kemungkinan Ruben untuk tampil kontra Madura United cukup terbuka. ”Kans tampil masih ada. Karena waktu istirahatnya cukup panjang. Dia (Ruben) punya waktu istirahat dan kami bisa berikan fisioterapi,” jelas dokter tim Persebaya Pratama Wicaksana.

Djanur sadar timnya tak akan full team saat bersua Madura United. Karena itu, dia meminta anak asuhnya tak jemawa dengan kemenangan atas Persipura. ”Tetap introspeksi diri, jangan merasa sudah senang. Kami baru menang sekali dalam enam laga. Jangan berlebihan merayakan euforia kemenangan ini,” tutur mantan pelatih Persib Bandung dan PSMS Medan tersebut.

Di sisi lain, kekalahan dari Persebaya tak terlalu disesali pelatih Persipura Jacksen F. Tiago. Padahal, itu menjadi noda pertamanya dalam periode kedua menakhodai tim Mutiara Hitam. Menurut Jacksen, anak asuhnya sudah bermain cukup baik untuk berupaya meraih kemenangan.

”Di babak pertama, kami memang bermain buruk. Tapi, anak-anak bangkit di babak kedua. Sayang, itu belum cukup untuk membuat kami menang,” kata pelatih 50 tahun tersebut.

Meski kalah, Jacksen meminta anak asuhnya segera bangkit. ”Pemain harus segera melupakan kekalahan ini,” tambah mantan penyerang dan pelatih Persebaya itu.

Setelah ini Persipura langsung menatap laga kontra PSIS Semarang di Stadion Moch. Soebroto, Magelang (6/8). Rencananya, tim langsung bertolak ke Magelang hari ini. ”Kami hanya perlu membenahi beberapa kesalahan untuk modal di Magelang,” tambah pelatih asal Brasil tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads