alexametrics

Kegiatan Jacksen F. Tiago setelah Mundur dari Barito Putera

3 Juli 2019, 17:15:27 WIB

Status tanpa tim tak membuat Jacksen F. Tiago resah. Justru momen tersebut ingin dinikmatinya. Caranya, mencurahkan waktu untuk keluarga yang kerap dia tinggalkan. 

Jacksen tampak berhati-hati menuruni anak tangga tribun Lapangan Polda Jatim pada 23 Juni lalu. Jalannya perlahan-lahan. Sama sekali tidak tergesa-gesa. Maklum, saat itu dia menggendong anak bungsunya, Diego Samir.

Jacksen tidak sendiri. Pelatih 50 tahun itu ditemani sang istri tercinta, Nadira Bajamal. Wajah Jacksen tampak semringah. Padahal, saat itu dia baru saja memutuskan mundur dari kursi pelatih Barito Putera. Tak ada raut wajah muram sedikit pun yang ditunjukkan pria kelahiran Rio de Janeiro, Brasil tersebut.

Sejenak keluar dari ingar-bingar dunia sepak bola membuatnya lega. Sebab, pria yang akrab disapa Bigman tersebut bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya di Surabaya. ’’Selama ini saya selalu kerja. Jarang ada waktu buat keluarga,’’ ucap mantan striker Persebaya Surabaya itu. Apalagi, Jacksen memang lebih banyak menetap di Banjarmasin.

Selama melatih, dia selalu menahan rindu, terutama dengan si bungsu Diego Samir. Maklum, usianya baru memasuki 7 bulan. Masih sangat lucu. Karena itu, begitu sudah tak menangani Barito Putera, Jacksen langsung terbang ke Surabaya. Sebab, rasa kangennya kepada Diego dan keluarga sudah memuncak.

Jacksen tak ingin jauh dari Diego. Hal itu pula yang membuatnya ingin menghabiskan waktu luang di Surabaya. Sembari memikirkan ke mana selanjutnya dia melangkah. ’’Saya bisa tidur di samping Diego. Bangun tidur ada dia (Diego) di samping saya. Rasanya senang sekali,’’ terang mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Sayang, saat Jacksen bisa melepas kangen dengan si bungsu, putra sulungnya malah pergi. Ya, Hugo Samir harus terbang ke Spanyol saat sang ayah ingin menghabiskan waktu dengan keluarga. Bukan berlibur. Tapi, bocah 14 tahun itu akan berlatih bersama akademi sepak bola ASIOP, Spanyol.

Hugo berangkat Senin lalu (24/6). Jacksen sendiri yang mengantarnya ke bandara. Hugo akan berlatih di Spanyol hingga 6 Juli. Meski ditinggal anak sulungnya, Jacksen enggan bersedih. ’’Biar dia yang pergi ke sana-sini. Gantikan bapaknya yang dulu sering bepergian,’’ ujar pria 51 tahun itu.

Lagi pula, Jacksen sangat sering bertemu Hugo. Maklum, Hugo memang ikut bersama Jacksen menetap di Banjarmasin. Sebab, dia tercatat sebagai pemain Barito Putera U-16. Jadi, Hugo juga jarang berada di Surabaya. Karena itu, Jacksen tak masalah ditinggal sang anak yang mulai beranjak remaja. Apalagi, sang anak sedang mengasah kemampuan di Spanyol.

Meski sudah kembali menetap di Surabaya, Jacksen tak bisa langsung melupakan Banjarmasin. Apalagi, dia mengaku punya hubungan yang sangat baik dengan sang manajer, Hasnuryadi Sulaiman. Menurut Jacksen, Hasnur adalah pribadi yang bisa memahami dirinya dengan baik. ’’Beliau (Hasnur) orang yang luar biasa dan juga tahu dengan baik kepribadian saya,’’ terang Jacksen.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Bagus Putra Pamungkas



Close Ads