Gresik United Menang Berkat Pengalaman Tinggi Pemain Senior

2 Oktober 2022, 23:54:45 WIB

JawaPos.com-Ketika Gresik United merekrut Jepri Kurniawan dan I Gede Sukadana, banyak yang meragukan kualitas keduanya.

Jepri, misalnya. Dia dianggap tidak akan berkontribusi buat tim. Maklum, dia terlalu lama berkutat dengan cedera. Sukadana setali tiga uang. Musim lalu, dia jarang dimainkan bersama PSG Pati di Liga 2.

Dari segi usia, kedua pemain juga tergolong senior alias sudah masuk kepala tiga. Namun, segala keraguan itu dibalas keduanya dengan prestasi. Jepri dan Sukadana berhasil membawa Gresik United naik ke peringkat ketiga klasemen sementara grup tengah Liga 2 di pekan ketujuh.

Keduanya juga menjadi pahlawan kemenangan Gresik United kemarin (1/10) sore atas PSIM Jogjakarta. Bertanding di Stadion Gelora Joko Samudro, Jepri dan Sukadana memiliki pengaruh besar atas terciptanya dua gol kemenangan Gresik United.

Gol bunuh diri pemain PSIM pada menit ke-29 berawal dari tendangan bebas Jepri. Sementara itu, Sukadana berhasil menciptakan gol indah pada menit ke-65.

Asisten pelatih Gresik United Andik Ardiansyah mengakui, Jepri dan Sukadana punya pengaruh besar dalam tim. Kehadiran mereka membuat mayoritas pemain muda di tim bisa punya pengalaman dalam menjalani kompetisi. ’’Mereka jadi leader sekaligus contoh bagi pemain muda,’’ ungkapnya.

Keduanya juga mampu membuat permainan Gresik United on the track saat melawan PSIM. Jepri, misalnya. Pergerakannya di sisi kiri pertahanan lawan membuat serangan balik cepat Gresik United sangat efektif.

Sementara itu, Sukadana yang bermain di awal babak kedua punya andil mengatur tempo agar pemain muda Gresik United tidak tergesa-gesa dalam menyerang.

Ditanya Jawa Pos setelah pertandingan, Sukadana berkata bahwa kunci untuk bisa menemukan performanya lagi adalah selalu memberikan 100 persen ketika dimainkan. Jadi pemain inti maupun pengganti. ’’Saya juga buktikan bahwa Sukadana masih ada,’’ tegasnya.

Sementara itu, pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengakui, Gresik United bermain lebih efektif. Pertahanan lawan juga sulit dibobol Cristian Gonzales dkk.

’’Kami akhirnya kena hukuman dua kali serangan balik yang menjadi gol,’’ keluh Erwan.

Meski kalah, Erwan tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya. Dia juga akan melakukan evaluasi agar Laskar Mataram segera bangkit di pertandingan selanjutnya.

’’Kami minta maaf kepada suporter karena belum bisa memberikan kemenangan hari ini (kemarin, Red),’’ ujarnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : rid/c18/bas


Close Ads