alexametrics
Liga 1 2020

Bali United ke Stadion Patriot, Persebaya Berharap Gelora 10 November

2 Januari 2020, 12:00:53 WIB

JawaPos.com – Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 menghadirkan persoalan bagi kontestan Liga 1 yang kandangnya menjadi (calon) venue. Mereka terusir dari ’’rumah’’ karena renovasi besar-besaran harus dilakukan.

Bali United meneken kontrak jangka panjang 15 tahun untuk Stadion Kapten I Wayan Dipta. Renovasi dilakukan perlahan-lahan. Selama ini, Serdadu Tridatu –julukan Bali United– tidak pernah terusir dari kandang atau terpaksa menjadi musafir. Tapi, musim depan tim yang baru saja berpesta juara Liga 1 musim 2019 itu terpaksa angkat kaki sementara dari I Wayan Dipta. Fadil Sausu dkk mau tidak mau melipir ke stadion lain karena Stadion Kapten I Wayan Dipta akan direnovasi untuk pergelaran Piala Dunia U-20. Padahal, setelah menjadi juara, skuad besutan Stefano ’’Teco’’ Cugurra tersebut menanggung beban yang lebih besar. Selain mempertahankan gelar, mereka harus bisa bersaing di kompetisi Asia dan ASEAN.

Di kualifikasi Liga Champions Asia, Bali United masih ’’tertolong’’ karena tidak harus menjalani laga kandang dalam tiga pertandingan. Semua berstatus away. Pada babak I, Serdadu Tridatu akan bermain di Singapura melawan tuan rumah Tampines Rovers.

Jika gagal di kualifikasi Liga Champions Asia, otomatis Bali United akan masuk grup G AFC Cup zona Asia Tenggara. Ada tiga lawan yang tergabung di grup tersebut. Yakni, wakil Filipina Ceres Negros, wakil Vietnam Than Quang Nianh, serta pemenang antara wakil Laos dan Kamboja. Di ajang itu berlaku sistem home-away.

Karena I Wayan Dipta diperbaiki, Bali United menyiapkan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai solusi. Itu tentu ironis. Tim yang membawa nama Indonesia di kancah Asia harus tersingkir dari rumah sendiri ketika berjuang.

CEO Bali United Yabes Tanuri menuturkan, sebenarnya pihaknya berharap Stadion Ngurah Rai yang menjadi kandang ketika gagal di Liga Champions Asia dan harus bermain di AFC Cup. Tapi, dia menyadari verifikasi AFC sulit terwujud. ’’Jadi, kami memilih opsi memindahkannya ke Bekasi. Di sana sudah pasti karena dapat verifikasi AFC,’’ terangnya.

Setidaknya ada tiga pertandingan yang dijalankan di Bekasi. Bali United memang belum mematok target, tapi bisa dikatakan Stefano Lilipaly dkk berharap meraih hasil maksimal di AFC Cup. Dukungan suporter tentu menjadi salah satu senjata andalan untuk mewujudkan hal tersebut.

Masalahnya, jarak Bekasi ke Bali tidak dekat. Bali United dipastikan tidak mendapat dukungan suporter seperti ketika bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Yabes hanya bisa pasrah terkait dengan hal itu. ’’Harapannya sih bisa main di sini sebelum renovasi. Tapi, ya dilihat dulu bisa atau tidak,’’ tegasnya.

Pemindahan ke Bekasi tentu membuat kecewa skuad Serdadu Tridatu. Pelatih Stefano ’’Teco’’ Cugurra mengatakan, jika tidak bisa bermain di I Wayan Dipta, tim yang lahir pada 2015 itu tentu akan sangat berat menjalaninya.

’’Kalau babak grup AFC Cup dimulai Februari, kami masih bisa main di Dipta satu atau dua pertandingan. Ini yang harus dipikirkan,’’ ujarnya. Kalaupun sulit, dia meminta renovasi dimundurkan. ’’Saya pikir renovasi dimulai setelah tiga pertandingan di babak grup. Pasti lebih bagus daripada main di tempat netral. Manajemen harus berkoordinasi dengan pihak yang merenovasi stadion terkait hal ini,’’ ungkapnya.

Jika Bali United masih punya kans untuk bermain di rumah sendiri meski kecil, hal berbeda dialami Persebaya Surabaya. Menjadi runner-up Liga 1 musim ini, Green Force memperoleh jatah tiket bersama Bali United untuk bermain di ASEAN Club Championship (ACC).

Ironisnya, sampai saat ini, jangankan kandang ACC, untuk home base Liga 1 musim depan, David da Silva dkk belum memiliki kejelasan. Stadion Gelora Bung Tomo yang menjadi salah satu calon venue Piala Dunia U-20 pada 2021 direnovasi. Opsi lainnya, Stadion Gelora 10 November, Surabaya, sejauh ini belum mendapat lampu hijau dari pengelola. Stadion legendaris itu rencananya juga dijadikan tempat latihan kontestan Piala Dunia U-20.

Manajemen Persebaya tetap berharap bisa memakai Stadion Gelora 10 November. ’’Opsi pertama, kami tetap bermain di Surabaya,’’ tegas Sekretaris Persebaya Surahman.
Saat ini hanya opsi itu yang ada di pikiran manajemen. Alasannya, selain masih berada di Kota Pahlawan, kota yang menjadi simbol Persebaya, Gelora 10 November memenuhi syarat untuk kompetisi tingkat nasional. ’’Bahkan untuk ASEAN Club Championship juga bisa,’’ tuturnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ram itu, pihaknya sampai saat ini terus berkomunikasi dengan Pemkot Surabaya. ’’Agar kami diizinkan pakai Gelora 10 November selama Gelora Bung Tomo sedang masa renovasi,’’ harapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/fim/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads