alexametrics
Liga 1 2019

Otavio Dutra: Seperti Messi dan Ronaldo, Ada yang Suka, Ada yang Tidak

1 Desember 2019, 07:00:14 WIB

JawaPos.com – Otavio Dutra menuai kritik atas performanya ketika melawan Semen Padang (28/11). Bahkan, sempat muncul petisi untuk memarkir pemain naturalisasi itu hingga akhir kompetisi. Nah, selepas latihan dengan skuad Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin, Dutra akhirnya buka suara.

Dutra menanggapi komentar netizen dengan santai. Menurut pemilik nomor punggung 5 itu, kritik adalah hal yang wajar untuk pemain profesional. Bahkan, eks pemain Bhayangkara FC tersebut tak tahu ada petisi yang beredar.

Persebaya Surabaya

’’Biasa saja, di mana-mana sama. Ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagai pemain profesional, itu biasa,’’ kata Dutra. ’’Seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, ada yang suka dan tidak suka pada mereka,’’ imbuhnya.

Dutra tak mau terlalu memusingkan omongan netizen. Dia memilih fokus pada laga kontra Madura United besok. Pada sesi latihan kemarin, Dutra pun tampak serius. ’’Kami tahu Madura United kuat di kandang. Tetapi, hari ini (kemarin, Red) kami sudah kembali latihan dan kami sudah melakukan persiapan. Dan semoga dapat poin di sana,’’ paparnya.

Di sisi lain, Green Force kemarin harus berlatih tanpa pelatih kepala Aji Santoso. Aji izin untuk menghadiri wisuda putrinya. Latihan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Dalam sesi latihan jelang lawatan ke Madura, Persebaya gencar membenahi finishing. Itu tak terlepas dari evaluasi laga kontra Semen Padang. Sebab, saat melawan Semen Padang, Persebaya membuang banyak peluang.

Berdasar statistik yang dihimpun Statoskop, saat duel kontra Semen Padang, Persebaya mencatatkan 21 tembakan. Namun, hanya tujuh yang tepat sasaran dan cuma satu yang menjadi gol.

’’Semua menu latihan sudah disampaikan oleh beliau (Aji, Red) kepada saya dan coach Uston Nawawi. Saya hanya menyampaikan. Termasuk tambahan finishing itu juga dari coach Aji,’’ kata Bejo.

’’Saya tidak mau melenceng dari program coach Aji. Saya hanya memotivasi pemain dan mengatakan bahwa semua pertandingan adalah final. Karena itu bisa mengangkat kami ke papan atas,’’ imbuh ayah kandung pemain timnas U-23 Rachmat Irianto tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nia/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads