alexametrics
Liga 1 2019

Da Silva: Target Saya di Putaran Kedua, Cetak Gol dan Bawa Kemenangan

1 September 2019, 14:12:23 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya lebih percaya diri menyambut putaran kedua Liga 1. Klub berjuluk Green Force itu berada di lima besar klasemen sementara dengan 25 poin. Itu berkat kemenangan atas Bhayangkara FC 2-0 dalam laga terakhir mereka pada putaran pertama (31/8).

Padahal, Persebaya tanpa diperkuat beberapa andalan utamanya yang sedang membela negara masing-masing. Ruben Sanadi, Irfan Jaya, dan Hansamu Yama dipanggil timnas Indonesia, sedangkan Manuchekhr Dzhalilov juga harus pulang ke Tajikistan untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Persebaya Surabaya

Untungnya, Persebaya sudah bisa memainkan striker anyarnya, David da Silva. Pemain yang disapa Cak Gundul itu mampu menjadi pembeda. Tidak hanya membuat assist untuk gol pembuka dari Oktafianus Fernando pada menit ke-33. David da Silva juga mencetak gol perdananya musim ini pada menit ke-79.

Da Silva pun berharap kemenangan dari markas Bhayangkara FC kemarin bisa menjadi sinyal positif di putaran kedua. ”Target saya? Saya tetap ingin cetak gol dan bawa tim ini menang setiap pertandingan,” tegasnya.

Pelatih karteker Persebaya Bejo Sugiantoro berpandangan senada dengan Da Silva. Menurut dia, kepercayaan diri pemain Persebaya langsung terkerek setelah sukses membekap Bhayangkara di markasnya. Apalagi, pada putaran kedua nanti, Persebaya sudah ditangani mantan pelatih timnas senior Indonesia Alfred Riedl. Kehadiran Da Silva juga diharapkan bisa menjadi solusi bagi lini depan.

Sementara itu, di lapangan tengah, Persebaya menaruh harapan besar kepada rekrutan barunya, Aryn Williams. Bejo juga mengakui bahwa kehadiran Da Silva bisa menjadi pembeda. ”Makanya, manajemen ambil Da Silva kembali untuk menutupi kelemahan-kelemahan itu tadi,” ucapnya.

Mengenai target, Bejo tidak mau berkata apa-apa. Yang jelas, dia hanya pelatih karteker alias sementara dalam empat pertandingan. Target Persebaya selanjutnya diserahkan kepada Alfred Riedl dan asistennya, Wolfgang Pikal. ”Pastinya beliau (Riedl, Red) datang untuk berbuat sesuatu yang lebih,” ujarnya.

Apakah kedatangan Riedl bakal mengubah cara main Persebaya yang mengandalkan umpan-umpan pendek? Bejo tidak mau berkomentar. Sebab, itu sepenuhnya jadi kewenangan Riedl sebagai pelatih. ”Alfred (Riedl) kan juga pelatih berpengalaman, tahu apa yang dibutuhkan. Itu saja,” jelasnya.

Bejo hanya berpesan agar di putaran kedua nanti ada kepercayaan yang diberikan kepada Persebaya. Artinya, manajemen dan elemen suporter mau bersatu mendukung tim untuk lebih baik. ”Pasti saya jamin itu semua akan jalan. Suasana tim juga harus baik. Ada kepercayaan antar pemain yang terjalin,” tutur pria yang juga mantan kapten Persebaya tersebut. ”Pemain juga sudah bekerja maksimal. Bersama-sama menutup putaran pertama dengan baik,” imbuhnya.

Optimisme menyongsong putaran kedua juga disampaikan Osvaldo Haay. Bahkan, dia yakin Persebaya bisa lebih baik daripada musim lalu. ”Harus optimistis. Kami siap bekerja keras untuk lebih baik setiap pertandingannya,” tandas Osvaldo.

Di kubu lawan, pelatih karteker Bhayangkara FC Yeyen Tumena kecewa atas kekalahan timnya. Padahal, menurut pengamatan Yeyen, Bhayangkara lebih mendominasi laga dan menciptakan banyak peluang. ”Kami kalah dengan efektivitas permainan Persebaya,” bebernya.

Meski Bhayangkara tidak menang dalam delapan pertandingan terakhir, Yeyen tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya. Menurut dia, banyak hal positif yang didapat setelah kalah oleh Persebaya. ”Pemain tidak saling menyalahkan. Mereka ingin bangkit. Semangatnya juga tidak kendur. Saya pikir putaran kedua tantangannya yang paling besar adalah membuat tim ini bangkit,” tegasnya.

Sani Rizki Fauzi sependapat dengan Yeyen. Rekan-rekannya sudah bekerja maksimal walaupun hasil tidak memihak kepada Bhayangkara. ”Insya Allah di putaran kedua nanti kami akan bangkit,” ujar dia.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads