alexametrics
Liga 1 2019

BOPI: Untuk Dapat Rekomendasi, Musim Depan Liga 1 Wajib Gunakan VAR

1 Agustus 2019, 17:00:56 WIB

JawaPos.com – Karut-marut sepak bola Indonesia akhir-akhir ini, baik di Liga 1 dan 2 maupun Piala Indonesia, membuat Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) geram. Sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan rekomendasi kompetisi dan turnamen, BOPI akhirnya turun tangan meminta penjelasan secara langsung kepada PT LIB dan PSSI atas masalah tersebut.

BOPI memanggil PT LIB dan PSSI di kantor Kemenpora (31/7). Sayangnya, hanya PT LIB yang datang dengan diwakili Manajer Kompetisi PT. LIB Asep Saputra serta Media and Relation Manager Hanif Marjuni. Sebaliknya, PSSI absen tanpa kejelasan.

Plt Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan menyatakan, salah satu penyebab kerusuhan adalah ketidakpuasan atas keputusan wasit. Karena itu, BOPI mewajibkan Liga 1 musim depan menggunakan video assistant referee (VAR). Diharapkan, tingkat ketidakpuasan terhadap keputusan wasit bisa berkurang. Juga, meminimalkan kerusuhan yang disebabkan ketidaktegasan wasit. ’’Ini merupakan komitmen BOPI agar liga bisa profesional dan nyaman bagi semua,’’ tuturnya.

Dari PT LIB, Asep mengungkapkan bahwa sebenarnya keinginan BOPI untuk meminimalkan kerusuhan dilakukannya sebelum kompetisi bergulir. Salah satu upayanya adalah mengumpulkan panpel untuk diberi edukasi tentang SOP pertandingan profesional. Mengenai kewajiban VAR, pihaknya melakukan kajian ke beberapa negara yang sudah menerapkannya. ’’Ke Oman, Qatar, UEA, dan beberapa negara lain. Per Juni kemarin PSSI meminta kami mengkaji VAR,’’ ungkapnya.

Masalahnya, untuk menggunakan VAR, ada protokoler. PSSI harus punya izin dari FIFA dan IFAB karena alat dan wasitnya harus berlisensi. ’’Mudah-mudahan tahun depan kami kejar ketertinggalan itu. Mungkin kami akan trial dulu di pertandingan U-20 karena harus hati-hati untuk pertandingan resmi,’’ jelasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads