alexametrics

Kapten Reggiana Pensiun di Usia 26 Tahun untuk Kuliah di Tiongkok

30 Juli 2020, 10:59:53 WIB

JawaPos.com – Ketika banyak pemain sepak bola profesional dari liga elite Eropa pergi ke Tiongkok untuk mengakhiri karir atau mendapatkan kontrak lebih besar, kapten Reggiana Alessandro Spano berbeda. Pemain berusia 26 tahun itu justru ke Tiongkok untuk kuliah.

Keputusan Spano sungguh mengejutkan. Sebab, hanya sepekan setelah memastikan klubnya promosi ke Serie B untuk kali pertama dalam 21 tahun, Spano justru memutuskan pensiun dari sepak bola. Dia mendapatkan beasiswa dari International Business School di Shanghai.

Kapten Reggiana Alessandro Spano memamerkan ijasah sarjana ekonomi dari Universitas Niccolò Cusano.

”Saya pikir takdir menentukan hidup kita. Ini waktu yang tepat. Bisa berarti segalanya momen yang sulit sudah tak berarti lagi,” kata Spano dalam konferensi pers sebagaimana dilansir Football Italia.

”Pada Rabu malam, saya menatap lebih dekat wajah orang-orang terdekat saya. Saya menyadari momen ini menjadi masuk akal. Takdir saya terikat dengan kota ini, Reggio Emilia. Kami melakukan petualangan bersama dengan bergandengan tangan dan mencapai puncak,” katanya.

Tentu saja, puncak yang dia maksud adalah bisa promosi. Meski lahir di Giussano yang berada di region Lombardy atau lebih dekat dengan kota Milan. Juga, memulai karir membela Pro Patria pada 2013, tapi sejak 2014 dia membela Reggiana dan setia hingga 2020.

”Saya tidak bisa membayangkan akhir yang lebih baik dari film tentang karir saya selain akhir yang indah ini. Pertandingan terakhir saya adalah merayakan promosi, takdir saya telah terpenuhi. Sekarang, saya ingin mengikuti kata hati. Saatnya saya mengambil jalan yang jauh dari sepak bola,” lanjutnya.

”Mungkin ini terdengar agak gila, tapi kita harus mengikuti impian kan?” tutur Spano.

Spano baru saja lulus strata 1 jurusan ekonomi dari Universitas Niccolò Cusano yang berbasis di Roma. Dia diwisuda pada pekan yang sama dengan membawa Reggiana promosi ke Serie B. Karena itu, tawaran beasiswa untuk mempelajari bisnis di Tiongkok, tidak dilewatkannya.

Editor : Mohammad Ilham



Close Ads