alexametrics

Di Balik Sukses Swiss Lolos ke Perempat Final Euro 2020

La Nati Sudah Menanamnya Jauh-Jauh Hari
30 Juni 2021, 13:29:29 WIB

JawaPos.com – Tiket Swiss ke perempat final Euro 2020 itu datang dari masa yang jauh: periode 1990-an. Melalui jalur pembenahan sistem latihan, melintasi pembenahan liga yang memprioritaskan para pemain muda.

Swiss Raiffeisen Super League memang tidak lantas menghasilkan juara Liga Champions atau Liga Europa.

Tapi, klub-klubnya dihuni para pemain yang rata-rata usianya 25,5 tahun, lebih muda setengah tahun dibandingkan rata-rata usia pemain di liga-liga se-Eropa. Dan, 28 persen para pemainnya merupakan hasil didikan klub sendiri, 4 persen lebih tinggi ketimbang rata-rata semua kompetisi di Benua Biru.

Liga Swiss juga tergolong minim intervensi pemain asing. Uang klub pun lebih banyak diprioritaskan untuk mendidik homegrown player. Jadilah Swiss menduduki posisi keenam negara dengan jumlah ekspatriat terbanyak yang bisa membela timnas.

Seperti ditulis Julien Gremaud dalam The Swiss Football Brand, faktor penting lainnya adalah harmoni kebinekaan etnis. Swiss secara umum terbagi ke dalam tiga kelompok besar: mereka yang berbahasa Jerman, Prancis, dan Italia. Masih ditambah imigran, umumnya dari Eropa Timur dan Afrika.

Di klub atau timnas, tak pernah ada problem terkait perbedaan tersebut. ’’Perubahan mental itu berperan penting dalam peningkatan performa tim,” tulis Gremaud.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (c17/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads