alexametrics
Coppa Italia

Inter Milan vs Fiorentina: Reuni Dua Sensasi Derbi

29 Januari 2020, 20:00:57 WIB

JawaPos.com – Ingatan Lautaro Martinez dan Patrick Cutrone kembali ke musim 2018–2019. Kala itu, Lautaro dan Cutrone sama-sama jadi gengsi dalam persaingan dua klub Kota Milan, Inter dan AC Milan. Keduanya saat itu sama-sama masih belia, 21 tahun. Keduanya juga diklaim sebagai talenta potensial muda di posisi nomor 9.

Il Toro –julukan Lautaro– dan Cutrone sekaligus menjadi salah satu pemantik rivalitas dalam Derby della Madonnina ke-294. Laga tersebut berlangsung di Giuseppe Meazza, Milan, pada 18 Maret 2019. Kala itu, Lautaro mampu bermain lebih cemerlang dibandingkan Cutrone yang memulai laga sebagai pengganti. Terlebih, dengan satu gol dan satu assist, Lautaro berhasil membawa Inter menang 3-2.

Nah, dini hari nanti WIB, dua anak muda tersebut sama-sama berdiri di Giuseppe Meazza lagi. Tetapi, bukan dalam derbi Milan, melainkan dalam perempat final Coppa Italia antara Inter Milan versus Fiorentina (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport HD pukul 02.45 WIB).

Bedanya lagi, Cutrone bersua lagi dengan Lautaro sebagai striker Fiorentina. Ini menjadi head-to-head pertama dua attaccante muda tersebut. ’’Kali ini dia (Lautaro) yang harus ’membunuh’ permainan malam itu (dini hari nanti WIB),’’ ucap kiper dan il capitano Inter Samir Handanovic kepada Sky Italia.

Lautaro punya modal dari tren golnya di Giuseppe Meazza sebulan terakhir. Sejak gol pada giornata ke-19 ke gawang Atalanta (12/1), bomber timnas Argentina tersebut meneruskannya pada laga Serie A akhir pekan lalu (26/1) saat Inter ditahan Cagliari 1-1. Handa, sapaan karib Handanovic, meminta Lautaro tak mengulangi kesalahan pada laga tersebut. Termasuk saat diusir wasit pada menit akhir.

’’Banyak peluang yang dia dapat, tetapi dia tak mampu menuntaskan semuanya,’’ tambah kiper 35 tahun itu. Lautaro adalah pemain yang paling sering melakukan shot on target. Empat dari lima shots tepat sasaran. Sayang, hanya satu gol yang dia dapat. ’’Kami kemarin gagal. Tapi, kali ini aku tahu kamilah pemenangnya,’’ koar Handanovic. Maklum, dalam tiga musim terakhir, Inter tidak pernah mampu menembus semifinal Coppa Italia.

Salah satunya saat mereka dihentikan Milan dalam perempat final Coppa Italia 2017–2018 dari babak perpanjangan waktu. Kenangan itu yang selalu diingat Cutrone. ’’Aku ingat, saat 27 Desember 2017, derbi di Coppa Italia, menit ke-104. Suso mengumpaniku dan aku menuntaskannya. Inter out!’’ kenang Cutrone yang kembali ke Serie A dengan status pemain pinjaman Wolverhampton Wanderers.

Kepada La Gazzetta dello Sport, ambisi itu pun ingin kembali dia ulangi. Sebagai striker yang dibesarkan Rossoneri, julukan Milan, gengsi lawan Inter adalah segalanya. ’’Begitu pulang ke sini (Giuseppe Meazza) lagi dan menghadapi mereka. Ambisi itu (mengalahkan Inter) keluar kembali,’’ ucap pemain kelahiran Como itu.

Dengan bermodal gengsi pemain Milan seperti Cutrone, La Viola –julukan Fiorentina– pada musim ini ingin kembali ke semifinal seperti musim lalu. Allenatore anyarnya, Giuseppe Iachini, pun sudah berani melemparkan psywar kepada Inter. Terutama kepada Antonio Conte, tactician Inter.

Menurut dia, Inter tak akan meraih trofi apa pun musim ini. Termasuk Coppa Italia. ’’Jika aku jadi Conte, aku akan pergi dan menangis di pojok ruangan,’’ ejek Iachini dilansir dari laman resmi klub. ’’Mengalahkan Inter? Kami seperti bermain 200 jam lagi,’’ tambah allenatore 55 tahun tersebut.

Perkiraan Pemain

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g) (c); 13-Ranocchia, 6-de Vrij, 95-Bastoni; 87-Candreva, 23-Barella, 20-Valero, 12-Sensi, 33-D’Ambrosio; 10-Lautaro, 7-Alexis
Pelatih: Antonio Conte

Fiorentina (3-5-2): 69-Dragowski (g); 4-Milenkovic, 17-Ceccherini, 22-Caceres; 21-Lirola, 24-Benassi, 78-Pulgar, 5-Badelj, 29-Dalbert; 25-Chiesa, 63-Cutrone
Pelatih: Giuseppe Iachini

Wasit : Daniele Doveri
Stadion: Giuseppe Meazza, Milan
Live : TVRI Nasional/TVRI Sport HD pukul 02.45 WIB
Asian Handicap: 0 : 1

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io



Close Ads