alexametrics
Liga Champions 2019-2020

Dampak Sentuhan Jose Mourinho Kepada Tottenham Hotspur, Amat Positif

28 November 2019, 16:00:13 WIB

JawaPos.com – Sentuhan Jose Mourinho bersama Tottenham Hotspur membawa dampak positif. Setelah mengakhiri catatan tidak pernah menang Spurs dalam laga tandang Premier League selama sebelas bulan (23/11), Mourinho meloloskan The Lilywhites ke babak 16 besar Liga Champions kemarin (27/11).

Kemenangan 4-2 atas Olympiakos di Stadion Tottenham Hotspur itu menjadikan Spurs finis sebagai runner-up grup B di bawah Bayern Muenchen. Meski, masih ada sisa satu matchday.

Ini adalah kali pertama bagi Mou langsung meloloskan tim ke fase knockout Liga Champions hanya dalam satu pertandingan. Total, sepanjang karirnya, The Special One sudah membawa enam tim berbeda ke babak gugur. Sebelumnya ada FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United.

Selain perubahan taktik dengan mengganti cepat Eric Dier oleh Christian Eriksen pada menit ke-29 gara-gara tertinggal dua gol, Mourinho menyebut ball boy sebagai kunci kemenangan Spurs.

Gol Harry Kane pada menit ke-50, yang membuat skor 2-2, berawal dari lemparan cepat seorang ball boy kepada Serge Aurier. Bek kanan Spurs itu lalu memberikan operan kepada Lucas Moura untuk kemudian mengirim assist kepada Kane.

’’Aku suka ball boy cerdas. Sama seperti aku dulu saat masih menjadi ball boy. Dia (ball boy) membaca permainan dengan baik,’’ puji Mourinho seperti dilansir Football London.

Ternyata, rekor tak hanya berlaku bagi Mourinho. Kane yang memborong dua gol Spurs menorehkan histori sebagai pemain tercepat yang membukukan 20 gol di Liga Champions atau dari 24 laga. Capaian itu melampaui eks kapten Juventus Alessandro Del Piero yang mencetak 20 gol dalam 26 laga.

Kane bukan satu-satunya striker yang mencatatkan rekor kemarin. Bomber Bayern Muenchen Robert Lewandowski tidak kalah dahsyat. Kapten timnas Polandia itu menjadi pemain tercepat yang membukukan quat-trick atau hanya dalam 14 menit 31 detik. Itu terjadi saat Bayern menang 6-0 di kandang Crvena zvezda.

Saat Mourinho, Kane, dan Lewy mencatat rekor positif, rekor negatif kini mengancam Diego Simeone. Tim asuhannya, Atletico Madrid, berpotensi mengalami performa terburuk mereka di fase grup Liga Champions sejak ditanganinya pada Desember 2011.

Efek kekalahan 0-1 oleh Juventus di Stadion Allianz, Atletico harus berjuang merebut tiket 16 besar dalam matchday pemungkas (12/12). Lawan Los Colchoneros memang hanya juru kunci grup D Lokomotiv Moskva.

Laga juga dimainkan di Wanda Metropolitano. Tapi, pesaing Atletico yang hanya tertinggal 1 poin (7-6), Bayer Leverkusen, juga bermain di kandang. Meski menjamu Juve di BayArena, Leverkusen bisa diuntungkan dengan tidak adanya kepentingan Bianconeri lantaran telah memastikan lolos, bahkan mengunci juara grup.

Pada musim 2017–2018, Atletico pernah gagal lolos ke fase knockout dengan koleksi 7 poin. Hanya, kala itu Atletico tetap dicap sukses karena berhasil juara di ajang kelas dua Eropa, Liga Europa. ’’Melawan Lokomotiv di Wanda tak ubahnya ’final’ bagi kami,’’ kata bek Atletico Felipe kepada Marca.

Tumpulnya lini serang dianggap sebagai alasan melempemnya performa Atletico musim ini.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : io/c19/dns



Close Ads